Kamis, 24 Oktober 2013

Makalah Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Film "Dalam Mihrab Cinta"


Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang terdapat
dalam Film “Dalam Mihrab Cinta”

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
 Seiring banyakanya film di Indonesia yang beredar dan ditonton oleh masyarakat luas, cukup memberi nilai-nilai tersendiri bagi masyarakat baik secara moral, kebudayaan, gaya hidup, maupun secara religious. Salah satu penyebab rusaknya moral umat manusia merupakan tanda bahwa belum maksimalnya nilai-nilai pendidikan agama yang ada di masyarakat kita. Dan pendidikan agama islam merupakan suatu proses yang dilakukan untuk menciptakan manusia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, dan menjadi kholifah di muka bumi ini.
Film Dalam Mihrab Cinta ini berkisah tentang cinta yang penuh dengan nilai- nilai religi. Seorang pemuda yang bernama Syamsul yang diperankan oleh Dude Herlino yang bertekad menuntut ilmu disebuah pesantren dikediri. Dan disini ia bertemu dengan zizi yang diperankan oleh  Meyda Safira, putri pemilik pesantren yang pernah ditolongnya ketika dijambret dikereta, kejadian tersebut yang membuat mereka dekat. Begitu misteriusnya jodoh yang hadir dalam kehidupan kita.
B.     Rumusan Masalah
Nilai pendidikan Agama islam apa sajakah yang terdapat dalam Film “Dalam Mihrab Cinta” yang dapat dijadikan teladan bagi masyarakat luas.
C.     Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan keislaman bagi masyarakat, agar mereka mengerti dan mau mengamalkan nilai-nilai pendidikan agama islam yang ada dalam film tersebut.

BAB II

PEMBAHASAN

A.     Tentang Film” Dalam Mihrab Cinta”
Pendidikan pada dasarnya dimaksudkan untuk menciptakan manusia yang baik, berilmu, mandiri, kreatif dan bertanggung jawab. Dalam proses pendidikan islam terkadang juuga menghadapi berbagai macam pengaruh, baik pengaruh positif maupun pengaruh negative. Salah satunya adalah pengaruh dalam bidang kemajuan teknologi. Dampak positifnya apabila teknologi dijadikan sebagai alat penyampaian pendidikan agama islam misalnya melalui film-film islamiah yang didalamnya terdapat nilai-nilai dakwah. Dan berdampak negative jika dalam film-film yang ada banyak terdapat nilai-nilai yang kurang sesuai dengan norma-norma agama.
Film “Dalam Mihrab Cinta” ini juga terdapat nilai-nilai positif dan nilai-nilai negative. Positifnya dapat kita lihat pada adegan saat syamsul bertaubat, dan dan syamsul berkata jujur pada silvi bahwa dialah yang dulu mencopet dompetnya silvi. Dan sivipun mau memaafkan syamsul. Nilai-nilai yang tidak pantas unttuk ditiru dalam film ini adalah pada adegan burhan yang mengfitnah syamsul. Betapa keji fitnah itu, yang akhirnnya mebuat syamsul menjadi pencopet.
Tapi Allah maha adil, berkat kesabaran, keikhlasan, dan ketaqwaan, syamsul akhirnya terbukti tidak bersalah, dan burhan mendapatkan ganjaran yang setimpal akibat perbuatan yang ia lakukan. “Becik ketitik, olo ketoro” artinya perbuatan baik tidak terlalu tampak, akan teta[I perbuatan jelek akan mudah menyebar. Dan akhirnya syamsul menikah dengan zizi, Karena ternyata dia belum berjodoh dengan silvi.

B.     Nilai-nilai dakwah dalam Film “Dalam Mihrab Cinta”
1.      Kesabaran, keikhlasan, dan ketaqwaan akan mendatangkan kebaikan.
2.      Fitnah dan kedustaan akan mendatangkan mala petaka.

BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Nilai-nilai pendidikan agama islam dapat diberikan melalui bermacam cara dan sarana. Salah satunya dengan media berupa film. Dan manusia akan mendapatkan balasan atas perbuatan yang mereka lakukan.

1 komentar: