Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang terdapat
dalam Film “Dalam Mihrab Cinta”
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Seiring banyakanya film di Indonesia yang
beredar dan ditonton oleh masyarakat luas, cukup memberi nilai-nilai tersendiri
bagi masyarakat baik secara moral, kebudayaan, gaya hidup, maupun secara
religious. Salah satu penyebab rusaknya moral umat manusia merupakan tanda
bahwa belum maksimalnya nilai-nilai pendidikan agama yang ada di masyarakat
kita. Dan pendidikan agama islam merupakan suatu proses yang dilakukan untuk
menciptakan manusia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, dan
menjadi kholifah di muka bumi ini.
Film Dalam
Mihrab Cinta ini berkisah tentang cinta yang penuh dengan nilai- nilai religi.
Seorang pemuda yang bernama Syamsul yang diperankan oleh Dude Herlino yang
bertekad menuntut ilmu disebuah pesantren dikediri. Dan disini ia bertemu
dengan zizi yang diperankan oleh Meyda
Safira, putri pemilik pesantren yang pernah ditolongnya ketika dijambret
dikereta, kejadian tersebut yang membuat mereka dekat. Begitu misteriusnya
jodoh yang hadir dalam kehidupan kita.
B.
Rumusan Masalah
Nilai
pendidikan Agama islam apa sajakah yang terdapat dalam Film “Dalam Mihrab
Cinta” yang dapat dijadikan teladan bagi masyarakat luas.
C.
Tujuan Penulisan
Makalah ini
bertujuan untuk menambah wawasan keislaman bagi masyarakat, agar mereka
mengerti dan mau mengamalkan nilai-nilai pendidikan agama islam yang ada dalam
film tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Tentang Film” Dalam Mihrab Cinta”
Pendidikan pada dasarnya dimaksudkan untuk menciptakan manusia yang
baik, berilmu, mandiri, kreatif dan bertanggung jawab. Dalam proses pendidikan
islam terkadang juuga menghadapi berbagai macam pengaruh, baik pengaruh positif
maupun pengaruh negative. Salah satunya adalah pengaruh dalam bidang kemajuan
teknologi. Dampak positifnya apabila teknologi dijadikan sebagai alat
penyampaian pendidikan agama islam misalnya melalui film-film islamiah yang didalamnya
terdapat nilai-nilai dakwah. Dan berdampak negative jika dalam film-film yang
ada banyak terdapat nilai-nilai yang kurang sesuai dengan norma-norma agama.
Film “Dalam Mihrab Cinta” ini juga terdapat nilai-nilai positif dan
nilai-nilai negative. Positifnya dapat kita lihat pada adegan saat syamsul
bertaubat, dan dan syamsul berkata jujur pada silvi bahwa dialah yang dulu
mencopet dompetnya silvi. Dan sivipun mau memaafkan syamsul. Nilai-nilai yang
tidak pantas unttuk ditiru dalam film ini adalah pada adegan burhan yang
mengfitnah syamsul. Betapa keji fitnah itu, yang akhirnnya mebuat syamsul
menjadi pencopet.
Tapi Allah maha adil, berkat kesabaran, keikhlasan, dan ketaqwaan,
syamsul akhirnya terbukti tidak bersalah, dan burhan mendapatkan ganjaran yang
setimpal akibat perbuatan yang ia lakukan. “Becik ketitik, olo ketoro” artinya
perbuatan baik tidak terlalu tampak, akan teta[I perbuatan jelek akan mudah
menyebar. Dan akhirnya syamsul menikah dengan zizi, Karena ternyata dia belum
berjodoh dengan silvi.
B.
Nilai-nilai dakwah dalam Film “Dalam
Mihrab Cinta”
1.
Kesabaran, keikhlasan, dan ketaqwaan
akan mendatangkan kebaikan.
2.
Fitnah dan kedustaan akan
mendatangkan mala petaka.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Nilai-nilai pendidikan agama islam dapat diberikan melalui bermacam
cara dan sarana. Salah satunya dengan media berupa film. Dan manusia akan
mendapatkan balasan atas perbuatan yang mereka lakukan.
makalah pendidikan film, lanjutkan
BalasHapus