MAKALAH
Kedatangan Islam di
Indonesia
Disususn Guna
Memenuhi Tugas
Mata Kuliyah: Sejarah
Peradaban Islam
Dosen Pengampu:
Mubasyaroh, M.Ag

Disusun Oleh:
Maslihatul Nurul
Khusniyah (412080)
Muhammad fathan
(412067)
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM NEGERI
JURUSAN DAKWAH/BKI
TAHUN 2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Latar Belakang
masuknya islam di Indonesia diawali dengan hubungan dagang antara bangsa Arab
dengan bangsa Indonesia. Dan hubungan dengan dagang tersebut terjadi sekitar
abad ke 4 M. sebgai bukti adanya hubungan bangsa Arab dengan bangsa Indonesia,
antara lain:
Chau-Ju-Kua,
seorang pakar ternama di bidang perdagangan luar negeri di pelabuhan kanton
sekitar abad ke-4 H, berdasarkan pengalaman kerjanya yang telah menyusun sebuah
buku dalam bahasa cina yang diberi judul “Ju-Fan JI ai (kenang-kenangan tentang
bangsa Arab)”. Ia memperkirakan perjalanan melalui laut cina melalui sanfotsi di sumatera Timur, karena
itulah ia menanmkan sumatera sebagai lalu lintas bangsa-bangsa dan lumbung
perdagangan dunia.
Hubungan Arab
dengan India melalui jalan laut dimulai senjak awal tahun masehi, atau lebih
tepatnya sebelum runtuhnya humjir di jaman. Hubungan ini merupakan hubungan
pertama bangsa Arab dengan timur jauh pada umumnya dan dengan indonedia pada
khususnya,karena para pedagang itu menggunakan india sebagai terminal pertama
yang menyampaikan mereka ke saran dib, kemudian dari sana mereka melanjutkan
perjalanan ke Indonesia, kemudian diteruskan lagi kenegari cina dan seluruh
timur jauh. Kebiasan menempuh perjalanan laut yang jauh yang mengharuskan
adanya tempat-tempat berlabuh dan istirahah. Dalam musim-musim tertentu
kapal-kapal yang berlayar akrena penganut angin adakalanya menempuh perjalanya
ke Timur jauh pulang pegi selama dua tahun.
Disamping
dagang antara bangsa Ara dengan bangsa Indonesia, juga di latar belakangi oleh
kemunduran politik dan ekonomi sriwijaya kemunduran tersebut dipercepat oleh
usaha-usaha kerajaan Singasari yang sedang bangkit dijawa dengan melakukan
ekspedisi pama laju pada tahun 1275 M. selanjutnya dan berhasil mengalahkan
kerajan melayu di sumatera. Kedaan ini mendorong di daerah selat-delat malaka
yang dikuasai kerajaan Sriwijaya untuk melepaskan diri dan kekuasaan kerajayaan
tersebut. Kelemahan sriwijaya dimanfaatkan pula oleh pedagang-pedagang muslim
untuk mendapatkan keuntungan politik dan perdagangan. Mereka juga mendukung
daerah-dar=erah yang muncul, dan daerah yang menyatakan diri sebaggai kerajaan
yang bercorak islam, yaitu kerajaan samudera pasai di pesisir laut aceh.
Sebagaimana kerajaan srimijaya, kerajaaan singo sari juga mengalami kemunduran
yang diakibatkan oleh kekacuan dalam negeri sendiri dalam perebutan kekuasaan
di istana. Hal ini menyebabkan kerajaan singosari tidak mampu engontrol daerah
melayu di selat malak dengan baik, sehungga kerajaan samudera pasai dapat
berkembang dan mencapai puncak kekuasaanya hingga abad ke-6 M.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana runtutan kronologi islam masuk ke Indonesia?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Awal Islam di Indonesia
Islam masuk ke
Indonesia pada abad pertama hijrah atau abad ke7/8 M. ini mungkin didasarkan
pada penemuan batu nisan seorang wanita muslimah yang bernama Fatimah binti
Maimun di leran dekat Surabaya yang bertaahun 475 H/1082 M.
Sedangkan menurut laporan seorang
musafir Maroko Ibnu Batuta yang mengunjungu samudera qasai dari perjalanan
perjalanya ke negeri cina pada 1345 M, Agama islam yang bermadzhab Syafi’I
telah mantap disana selama seabad. Oleh karena itu berdasarkan bukti ini, abad
XIII biasanya dianggap sebagai masa awal masuknya agama islam di Indonesia.
Adapun daerah
pertama yang dikunjungi adalah pesisir utara pulau sumatera. Mereka membentuk
masyarakat islam pertama di peureulak aceh timur yang kemudian meluas sampai
bisa mendirikan kerajaan islam pertama di samudera pasai, aceh utara.
Sekitar
permulaan abad ke 15, islam telah memperkuat kedudukanya di Malaka, pusat rute
perdagangan asia tenggara yang kemudian melebarkan sayapnya ke wilayah-wilayah
Indonesia lainya. Pada permulaan abad tersebut, islam sudah bisa menjejakkan
kakinya kemaluku, dan yang terpentimg keberapa kota perdagangan di pesisir
utara pulau jawa yang selama beberapa abad menjadi pusat kerajaan hindu yaitu
kerajan majapahit. Dalam waktu yang tidak telalu lama yakni permulaan abad
XVII, dengan masuk islamnya penguasa kerajaan mataram yaitu sultan Agung,
kemenangan Agama tersebut hamper meliputi sebagian besar wilayah Indonesia.
Berbeda dengan
masuknya islam ke Negara-negara di bagian dunia lainya yakni dengan kekuatan
militer, masuknya islam ke Indonesia dengan cara damai di sertai dengan jiwa
toleransi dan aling menghargai antar penyebar dan pemeluk agama baru dengan
penganut-penganut agama lama (hundu-budha). Ia dibawa oleh pedagang-[edagag
Arab dan Gujarat di india yang tertarik dengan rempah-rempah. Kemudian, mereka
membentuk koloni-kolono islam yang sering kali ditandai dengan kekayan dan
semangat dakwahnya.
Masuknya islam
melalui india ini menurut sebagian pengamat, mengakibatkan bahwa islam yang
masuk ke Indonesia ini bukan islam yang murni dari pusatnya di timur tengah,
tetapi islam yang sudah banyak dipengaruhu paham mistik, sehingga banyak
kejanggalan dalam pelaksananya. Selain itu, dikatakan bahwa islam yang berlaku
di Indonesia ini tidak sepenuhnya selaras dengan apa yang digariskan al-quran
dan sunnah sebab islam yang dapat kepada masyarakat Indonesia itu bukan islam
yang langsung dari sumbernya, tetapi berdasarkan kita-kitab fiqih dan teologi
yang telah ada semenjak abad 3 H. pendapat demikian di dasarkan pada kenyataan
bahwa kitab-kitab fiqih itu dijadika referensi dalam memahami ajaran Islam di
perbagai pesantren, bahkan dijadika rujukan oleh para hakim dalam memutuskan
perkara di pengadilan-pengadilan agama.
Terlepas dari
pebedaan pendapat tersebut, menurut kenyatan, nila-nilai tradisional
hindu-budha telah banyak memengaruhi substansi dan pelaksanaan hukum islam di
Indonesia. Semula pencerminan nilai tradisional itu diterima hanyalah untuk
memperlancar islamisasi di Indonesia, namun kenyataan justru terjadinya
dominasi nilai-nilai tradisional di sebagian besar bangsa Indonesia atau
setidak-tidaknya terjadi konflik berkepanjangan.
Akan tetapi,
sejak pertengahan abad XIX, agama islam Indonesia secara bertahap mulai
menanggalkan sifat-sifatnya yang sinkretik setelah banyak orang Indonesia yang
mengadakan hubungan dengan makkah dengan jara menggunakan ibadah haji. Apalagi
setelah trasportasi laut yang semakin menjauh yang semakin membaik, semakin
banyaklah orang Indonesia yang melakukan ibadah haji bahkan sebagian mereka ada
yang bermukim bertahun-tahun lamanya untuk mempelajari ajran islam dari
pusatnya, dan ketika kembali ke Indonesia mereka menjadi penyebaran aliran
islam yang ortodok.
2. Negara Islam Yang Tertua di Indonesia
Pelayaran dari
India ke Tiongkok atau kebalikanya melalui pelabuhan Melayu bertahan sampai
timbulnya kota pelabuhan Malaka pada permulaan abad ke-15. Sejak itu, perahu
dagang dari Tiongkok ke India atau kebalikanya tidak lagi singgah di Jambi
tetapi singgah di Malaka. Dengan kata lain pelayaran dari india ke tiongkok
menyisir pantai Barat semenanjung, tidak lagi menyisir pantai Timur sumantra.
Dengan sendirinya, sebelum abad ke-15, di pantai timur Sumatra terdapat
beberapa kota pelabuhan. Timbulnya kota pelabuhan bertalian erat dengan
timbulnya Negara-negara pantai Sumatra. Dalam abad ke-7, yang disebut ialah
Sriwijaya, Melayu, dan Boros. Negara-negara itu termasuk Negara Hindu, menganut
agama Budha.
Pada akhir
abad ke-12, di pantai timur Sumatra terdapat Negara Islam bernama perlak. Nama
itu kemudian dijadikan pneureulak, didirika oleh para pedagang asing dari
mesir, Maroko, Persi dan Gujarat, yang menetap disitu sejak awal abad ke-12.
Pendirinya adalah orang Arab keturunan suku Quraisy. Pedagang Arab itu kawin
dengan putri pribumi, keturunan raja perlak. Dari perkawinan iti ia mendapatkan
seorang putra bernama Sayid Abdul Aziz. Sayid Abdil Aziz adalah sultan pertama
raja perlak. Setelah ditabalkan menjadi sultan perlak, bernama Alaiddin Syah.
Demikianlah ia dikenal sebagai sultan Alaidin Syah dari perlak. Ia memerintah
mulai tahun 1161-1168. Kedatangan pedagang-pedagang asing, yang kemudian
membentuk kesultanan perlak itu, berlangsung sejak tahun 1028. Sebelumnya
perlak diperintah oleh raja yang bergelar mohrat artinya ”raja”. Sayid
Abdul Aziz adalah orang Arab peranakan, keturunan Sayid dari Arab dan puti
marah dari perlak. Agama Islam yang dipeluk oleh sultan Alaiddin Syah ialah
Agama Islam aliran Syi’ah. Kesultanan perlak bertahan sampai satu abad lebih
dan mengenal beberapa sultan. Sultan yang kedua bernama Alaiddin Abdurrahman
Syah Ibn Sayid Abdul Aziz, memerintah dari tahun 1186-1210. Sultan yang ketiga
adalah sultan Alaiddin Sayid Abbas Syah Ibn Sayid Abdurrahim Syah, memerintah
dari tahun 1210-1236.
Perebutan
kekuasaan antara keturunan Sayid Abdul Aziz dan ketunan marah berlangsung sudah
sejak masa pemerintahan Sultan Alaiddin Mughayat Syah dari tahun 1236-1239.
Dalam perebutan kekuasaan itu, dinasti Sayid Aziz mengalami kekalahan.
Demikianlah sejak tahun 1239, perlak dipimpin oleh sultan mahdum Alaiddin Abdul
Kadir Syah, keturunan Marah Perlak.
Kesultanan
perlak dipantai timur Sumatra bagian utara, masih ada ksultanan lain yang dipimpin
oleh laksamana laut dari dinasti Fathimiah di Mesir, yakni kesultanan pasai.
Kesultanan pasai teletak dimuara sungai pasai dan menjadi Negara bawahan Mesir.
Kesultanan pasai didirikan oleh dinasti Fathimiah di Mesir pada tahun 1128,
dipimpin oleh laksamana laut Nazimuddin Al-Kamil. Alasan untuk mendrikan
kesultanan pasai oleh dinasti Fathimiah di Mesir ialah karena dinasti Fathimiah
ingin menguasai perdagangan rempah-rempah dipantai timur Sumatra. Untuk dapat
menguasai perdagangan rempah-rempah itu, dinasti fathimiah mengerahkan
armadanya untuk merebut kota pelabuhan kembayat di Gujarat, membuka kota
pelabuhan pasai, dan merebut daerah penghasil lada Kampar Kanan dan Kampar Kiri
di Minangkabau. Kota pelabuhan pasai djadikan pelabuhan utama pengeks[or lada,
sedangka Gujarat dijadikan pasaran lada yang berasal dari daerah sungai Kampar
Kanan dan Kampar Kiri. Penguasaan tiga tempat tersebut member keuntungan yang
banyak sekali kepada dinasti Fathimiah, sehingga dinasti itu menjadi kaya ray.
Dalam ekspedisi militer untuk merebut daerah sungai Kampar Kanan dan Kampar
Kiri, laksamana laut Nazimudin Al-Kamil gugur. Jenasahnya dikubur di
bangkinang, ditepi sungai Kampar Kanan pada tahun 1128.
Dinasti
Fathimiah didirkan oleh Ubaid Ibn Abdillah pada tahun 976,. Dinasti itu
bertahan sampai tahun 1168, karena pada tahun 1168, dinasti Fathimiah
dimusnahkan oleh tentara Salahuddin yang menganut agama islam madzhab Syafi’i.
dengan musnahnya dinasti Fathimiah di Mesir, maka kesultanan pasai terputus
hubunganya dengan Mesir, namun masih tetap berdiri. Pada tahun 1168 kesultanan
pasai itu dipimpin oleh laksamana Kafrawi Al-Kamil. Laksamana Johan Jani dari
pulau We, seorang peranakan India-Persia, berhasil merebut kekuasaan atas pasai
dari tangan laksamana Kafrawi Al-Kamil pada tahun 1204.Kesultanan pasai
bertambah lama bertambah kuat, dan merupakan Negara maritime yang paling kuat
di Nusantara.
Bagaimanapun,
dinasti baru di Mesir yang beragama Islam madzhab Syafi’I tidak menghendaki
kelanjutan kesultanan pasai yang menganut aliran syi’ah. Dinasti baru ialah
dinasti mamaluk. Pada hakikatnya dinasti mamaluk juga ingin menguasai
perdagangan rempah-rempah seperti hanya dinasti Fathimiah. Pada tahun 1284
dinasti mamaluk mengirim Syaikh Ismail kepantai timursumatra bersama Fakir
Muhammmad, bekas ulama dipantai barat India, untuk mengilangkan pengaruh Syi’ah
dan sekaligus mengambil alih kekuasan dari penguasa pelabuhan pasai. Di
samudera pasai, mereka bertemu dengan marah
Silu, yang telah masuk dalam ketentaraan pasai dengan nama Iskandar
Malik. Syaih Ismail berhasil membujuk Marah silu untuk memeluk agama islam
madzhab Syafi’i. Pada waktu itu, marah silu telah pandai membaca Koran dan
sudah memeluk agama islam aliran Syi’ah. Mengikut marah silu, yang bernama Seri
Kaya dan Bawa Kaya, ikut masuk madzhab Syafi’I dan berganti nama Sidi Ali
Chiatudin dan Sidi Ali Hasanuddin. Dengan bantuan dinasti Mamaluk dimesir ,
marah selu ditabalkan menjadi sultan di samudera oleh Syaikh Ismail dengan
julukan Malikul Saleh. Negara samudera merupakan negara andingan kesultanan
pasai dan Perlak, yang menganut aliran Syi’ah. Samudera/Pasai terletak dimuarai
sungai pasai dipantai timur Sumatra, menghapa keselat Malaka.
Negara islam
pasai yang menganut Syi’ah pada tahun 1285, menjadi perebutan. Muhammad Amin
dari Perlak dan Yusuf Kayamuding dari Temiang, yang saling bermushan, keduanya
ingin menjadi sultan di pasai. Pada waktu itu yang menjadi sultan dipasai
adalah Bahauddin Al-Kamil cucu sultan yang ketiga diNegara pasai Alwi al Kamil.
Sultan bahauddin al-kamil berhasil menyingkirkan sultan Ibrahim Jani , cucu
sultan Djohan Jani. Demikianlah telah terjadi peperangan sigi empat untuk
merebutkan Negara pasai. Perang ini masih di timbrung oleh dua golongan lagi,
yakni golongan dinasti mamaluk yang dipimin oleh Syaikh Ismail dan golongan
marah silu yang memberontak terhadap sultan pasai.
Sultan malikul
Saleh ditebalkan oleh Syaikh Ismail menjadi sultan Negara samudera/pasai atas
nama Syarif Makah, yang menyingkir dari bagdhad ke Mesir sejak tahun 1258,
akibat serangan tentara Mongolia dibawah pimpinan Mongka. Penobatan Marah Silu
oleh Syaikh Ismail menjadi sultan pertama di Negara samudera/pasai yang
beraliran madzhab Syafi’I, didasarkan atas pertimbangan pertama, dinasti
mamaluk memerlukan orang asli yang kuat dan beragama Islam madzhab Syafi’I.
kedua karena menurut pendapat Syaikh Ismail, Merah Silu akan sanggup membasmi
aliran Syi’ah yang masih meraja lela di pantai timursumatera. Ketiga, karena
dinasti mamaluk mengharapkan bahwa Marah Silu akan sanggup mengambil alih
dagang lada dari tangan pedagang Persia, Arab dan Gujurat yang beragama Islam
aliran Syi’ah. Selama sultan Maliku Saleh berkuasa di samudera pasai, orang
syi’ah banyak yag menyeberang menjadi muslim aliran Syafi’I atas pertimbangan
untung rugu.
Sultan Malikul
Shaleh kawin dengan putri perlak Gangga Sari, keturunan Sultan Aladdin Muhammad
Amin bin Abdul Kadi yang lahir dari selir. Dengan timbulnya Negara Samudera Pasai, kesultanan perlak banyak
mengalami kemunduran. Samudera Pasai menjadi Bandar utama di pantai timur
sumatera bagian utara. Dari perkawinanya dengan putri Ganggang Sari, Sultan
Malikul saleh memperoleh dua orang putra bernama Muhammad dan Abdullah, Sultan
Malikul Saleh wafat pada tahun 1297, dan dihgantikan oleh putra sulungnya, Muhammad.
Muhammad ditambahkan dengan julukan sultan maliku thahir. Putranya yang
kedua menyeberang ke aliran Syi’ah sejak tahun 1295, dan kemudian mendirikan
kesultanan Aru Barumun. Demikianlah, aliran Syi’ah yang ditindas semata
pemerintahan Sultan Malikul Saleh mendapat angin baru di Aru Barumun sejak
pemerintahan Abdullah alias Malikul Mansur. Sultan Malikul Thahir memerintah
sampai tahun 1326, kemudian di gantikan oleh sultan Ahmad
Bahian Syah Malikul Thahir. Pada akhir pemerintahan sultan Sultan Ahmad Bahian
Syah, yakni pada tahun 1339, Samudera pasai diserah oleh tentara Majapahit
dibawah pimpinan patih Amangku Bumi Gajah Mada. Putri sultan Zainal Abidin
Bahian Syah kawin dengan raja Parameswara, yang mendirikan kesultanan Malaka
pada tahun 1404. Akibat perkawinan itu raja, raja Parameswara memeluk madzhab
Syafi’I. Kemudian Malaka menjadi pusat Agama Islam madzhab Syafi’I di seluruh
pantai Barat dan timur Malaya.
Dalam Nagarakretagama pupuh,
beberapa bagian diaceh disebut sebagai Negara yang berlindung di bawah
kekuasaan Majapahit. Bagian-bagian di pulau Sumatra yang disebut dalam
nagarakretagama ialah, Jambi, Palembang, Toba, Darmacraya, Kandis, Khawas,
Minangkabau, Syak, Rekan, Kampar, Panai, Kampe, Haru,Mandailing, Tumihang,
Parlak, Lwas, Samudera, Lamuri, Batan, Lampung, Barus. Itulah sejumlah daerah
di tanah Melayu yang tunduk
kepada majapahit. Nama melayu sama dengan nama Sumatra.
Dongengan tentang serangan
tentara Majapahit terhadap Negara Islam Samudra memang tersiar diantara ramai di
Aceh. Serangan itu disebabkan karena kerajaan Majapahit khawatir akan pesatnya
kemajuan Negara Samudera.
Serangan tentara Majapahit di
perbatasan negara Perlak mengalami kegagalan, karena perbatasan itu dikawal
keras oleh tentara Samudera. Namun Gajah Mada tidak tidak membatalkan
seranganya, ia mundur kelaut dan mencari
tempat kosong di pantai timur yang tidak terjaga. Gajah Mada mendaratkan
pasukanya di sungai Gajah. Di situ ia mendirikan benteng diatas bukit, yang
dinamakan bukit Meutan (Bukit Gadjah Mada). Kemduian Gadjah Mada menjalankan
siasaat serangan dua jurusan, yakni dari jurusan laut dan jursan darat.
Serangan dari jurusan laut dilancarkan terhadap pantai Lhok Sumawe dan Dikuala
Jambu Air. Serangan dari darat dilancarkan melalui melalui Paya Gadjah yang
terletak antara Perlak dan Pedawa. Serangan dari daratan itu mengalami
kegagalan. Tentara Samudera berkemah di sebelah barat sungai Perlak dan
bentengnya di Paja Gajah Alue Bu.
Seberang Timur sungai dijadikan medan pertempuran. Kapal-kapal majapahit
yang yang mudik di sungai dibakar. Gadjah mada mengirim mata-mata ke kota benua
(Tamiang) dengan menyamar sebagai saudagar. Kemudian mengirim utusan resmi
untuk menghadap raja muda sedia, penguasa Tamiang dengan pesan untuk meminang
putri Mega Gema dan ajakan menyerang Samudera bersama-sama. Namun ditolak
akibatnya Gadjah Mada mengambil keputusan untuk menyerang Tamiang dan
memusnahkan kota Benua. Serangan yang kedua kalinya berhasil baik. Tentara
dapat mencapai istana. Kekayaan raja Muda Sedia habis dijarah dan putri oleh
patih dan putri Mega Gema berhasil ditahan, dan dibawa ke hilir.
Ketika Gadjah Mada dan para
pengawalnya sedang menikmati buah-buahan, Tuanku Ampon memukul genderang
sebagai isyarat bahwa laski Tamiang harus menyerang. Pada saat itulah, Tuanku
Ampon Tuan berhasil merebut putrid Meuga Gema, dan kemudian membawanya lari.
Tempat perkemahan Gadjah Mada di tepi
sungai Tamiang itu disebut Bukit Selamat. Demikianlah penculikan putrid Meuga
Gema oleh tentara Majapahit itu dapat
digagalkan.
Kota Pelabuhan Malaka
Tome Pires, pengarang Portugis
yang tinggal di Malaka dari tahun 1512-1515, mengenai kota pelabuhan Malaka
hanya mengatakan bahwa pelabuhan Malaka itu dibuka kira-kira seratus tahun
sebelum Malaka jatuh dalam kekuasaan orang-orang portugis. Yang membangun
pelabuhan Malaka ialah Parameswara, raja pelarian dari Tumasik (Singapura),
karena takut akan serangan balasan raja Pahang yang dating ke Tumasik dengan
armadanya untuk membasakan kematian saudaranya yang dibunuh oleh Parameswara.
Pada tahun 1405, raja Parameswara
segera mengirim utusan ke istana peking untuk secara resmi minta pengakuan dari
kaisar Yung-lo. Kaisar yung-lo
memberikan pengakuan secara resmi kepada Negara Malaka yang dipimpin oleh
parameswara. Setelah parameswara memeuk agama islam madzhab Syafi’I berkat
bujukan putrid dari pasai dan bernama Megat Iskandar Syah, banyak rakyat malaka
yang ikut masuk agama Islam. Malaka menjadi kesultanan islam, Negara islam yang
pertama di Malaya. Saudagar-saudagar silam dari Arab, Persia dan India yang
semula berlayar menyisir pantai timur Sumatra, mengunjungi kota pelabuhan
Pasai, Aru dan Jambi, sejak tahun 1414 mulai berlayar menyisiri pantai barat
Malaya singgah di kota pelabuhan Malaka. Dalam waktu beberapa tahun saja,
pelabuhan malaka sudah ramai dikunjungi perahu dagang.
Persebaran Agama Islam dari
Malaka
Persebaran
agama islam dilakukan oleh para pedagang dari Arab yang menjalankan pelayaran
beranting, menyisir pantai dari jedah melalui teluk Persia ke kambayat/Gujarat
di pantai barat India. Gujarat merupakana pusat pertemuan para pedagang Arab,
Persia, India dan para pedagang dari Malaka. Para pedagang Persia dan India
mendapat pengaruh Islam lebih dahulu dari pada para pedagang Malaka. Gujarat
sebagai kota pelabuhan tempat bertemu para pedagang Arab-persia yang telah
memeluk agama islam dengan para pedagang India dan para pedagang yang berasal
dari pedagang Asia Tenggara, terutama para pedagang Malaka, menjadi pusat
kehidupan agama islam dan pangkal persebaranya ke Asia Tenggara, terutama ke
Malaka yang juga menjadi kota dagang.
Sebagai kota
dagang yang ramai dikunjungi oleh para pedagang asing, kota pelabuhan Malka
member kesempatan kepada para pedagang asing untuk membuka perwakilan dagang di
kota Malaka. Dengan sendirinya pedagang-pedagang yang membuka perwailan dagang
itu mengirim orang-orang tertentu untuk menetap di kota malaka. Mereka, Kecuali
menjalankan dagang untuk memperoleh keuntungan juga, mengenal dari dekat cara
hidup orang-orang muslim di malaka. Yang mempunyai minat mendapat kesempatan
untuk mempelajari Agama Islam dan kemudian memeluknya. Raja dan para pembesar
Malaka suka agar saudagar-saudagar asing
itu menetap di kota pelabuhan, karena kesejahteraan Negara Malaka banyal bergantung
pada perdagangan yang mereka lakukan. Adanya perwakilan dagang asing
meningkatkan kegiatan dagang. Banyak diantara para anggota perwakilan dagang
itu yang lalu kawin dengan wanita-wanita Islam Malaka, baik keturunan para
pembesar maupun keturunan para pedagang dan rakyat biasa. Karena bujukan istri,
tidak jarang pula diantara mereka
melepaskan Agama Hindu kemudian masuk Islam. Akibatnya banyak diantara mereka
yang terus menetap dikota pelabuhan Malaka. Perkawina dengan wanita-wanita
Islam di malaka kadang-kadang juga tidak sepi dari pamrih, apalagi jika wanita
itu keturunan pedagang atau pembesar setempat para anggota perwakilan dagang
asing itu memperoleh fasilitas-fasilitas yang membawa keuntungan.
Untuk sekedar
memperoleh gambaran tentang urutan sultan-sultan Malaka, di bawah ini diikutsertakan
daftarnya:
Parameswara (Megat Iskandar Syah) 1402-1424
Sri Maharaja (Muhammad Syah) 1424-1444
Sri Parameswara Dewa Syah 1444-1446
Muzaffar Syah (Raja Kassim) 1446-1459
Masur Syah 1459-1477
Alauddin Ri’ayat Syah 1477-1488
Mahmus Syah 1488-1528
Selat Malaka
adalah satu-satunya jalan lalu lintas pelayaran dari India ke Tiongkok dan ke
Indonesia. Persebaran Agama islam melalui para pedagang harus melalui juga
selat Malaka, dan kota pelabuhan Malaka. Pedagang-pedagang Islam dari india yang
membawa Agam Islam ke Malaka kebanyakan para pedagang dari Persia dan Kembayat
yang memeluk Agama Islam/aliran Syi’ah. Agama Islamyan berkembang di Malaka
adalah agama Islam/Syafi’i.
Adanya
ketegangan yang timbul antara kelompok Sayyid dan non-sayyid di tengah
masyarakat Arab Indinesia menyebabkan Ahmad Surkati berpisah dengan Al-Jam’iyat
al-Khayriyah dan mendirikan gerakan Al-Irsyad pada 1913. Gerakan inilah yang
kemudian mencoba menggembangkan ide pembaharuan islam di Indonesia, tak
terbatas hanya di kalangan warga keturunan Arab.[3]
Hasil penyelidikan bahwa catatan “sejarah
melayu” ternyata kacau. Yang lebih dekat dengan kebenaran ialah bahwa raja
Malaka pertama itu seorang Raja Hindu bernama permaisura, bergelar raja kecil
besar, dan kemudian baginda memeluk islam, lalu memakai gelar Sultan Muhammad
Syah.
3. MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
Mengenai peran
perdagangan dan para pedagang dalam mengislamkan Indonesia,di mana pengaruh dan
penyebaran islamkan Indonesia, di mana pengaruh dan penyebaran islam efektif sekali.Hal
ini disebabkan karena banyak orang yang begitu saja tertarik untuk memeluk
agama islam sebelum mempelajari syari’at agamanya secara rinci
. Ada dua
fenomena yang menyertai masuk nya islam di berbagai kepulauan di Indonesia
yaitu:
1. Masyarakat pribumi menyambut islam dangan antusias sekali
sehinga islam merupakn agama mayoritas mutlak dalam masyarakat .
2. Indonesia yang islami dengan kata lain indosia memilih untuk
dirinya agama islam tercantum dalam al qur’an nul karim dan sunah nabi yang
tidak bisa di tipu dan di palsu juga dalam kerangka umum baik dalam bentuk
ritual maupun tatacara dan ahklak sehari hari
Adapun
masuknya islam di Indonesia ada beberapa pendapat dari para ahli sejarah antara
lain:
Menurut
dr.hamka agama islam masuk ke indonesia pada tahun 674 m.berdasarkan catatan
tiongkok saat itu datangutusan raja arab ke kerajaan holing untuk membuktikan
keadilan ,kemakmuran,keamanan perintah ratu sima di jawa.
Penyebaran
agama islam dapat berkembang dengan cepat di Indonesia, di sebabkan karena
factor kondisi di tempat, di mana penduduk di kepulauan ini sebagai besar masih
berada pada tingkat perkembangan rohaniah meskipun secara khusus sangat
berbeda-beda,tetapi cara hakikatnya masih sama rendahnya dengan bangsa arab
pada zaman Nabi Muhammad SAW..ini menurut Snouck Hurgronje.
PROSES
MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
Proses
masuknya islam ke indnesia itu melalui lapisan paling bawah yaitu dengan cara
para saudagar-saudagar muslim baik yang datang dari Gujarat maupun arab untk
berdagang.
Tetapi adapun selain
berdagang para saudagar-saudagar berdakwah dan proses penyebarannya islam
terutama di pulau jawa masih teratas Cuma di daerah-daerah pantai.dari uraian
masuknya islam ke nusatara adalah melalui 2 jalur yaitu jalur darat dan jalur
laut.
Pembawa islam
ke Indonesia ada 2 golongan yaitu saudagar dari gujarat dan Arab :
1.
Orang Gujarat terbukti dengan
perdagangan,adanya gelar syah,dan adanya persamaan atara india dengan
Indonesia.
2.
Para saudagar dari Arab
dengan alasan sudah adanya perdagangan pantai antara arab dan Indonesia,melalui
lautan sebagai terminal menuju cina.
4. KAITANNYA KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA
Kerajaan islam pertama di
kepulauan Nusantara ini berdiri di Aceh yaitu kerajaan Samudra Pasai yang didirikan pada pertengahan
abad ke-13 M.Setelah Kerajaan islam ini berdri, perkembang muslim di malaka
makin lama makin meluas dan abad ke-15 M di daerah ini lahir kerajaan
islam,yang merupakan kerjaan isam ke-2 di Asia tenggara.
Pengaruh islam masuk ke Indonesia
bagian Timur, khususnya darah Maluku,tidak dapat dipisahkan dari jalur
perdagagan yang terbentang pada pusat lalu lintas pelajaran internasional di
Maluku,jawa dan Maluku sejak abad ke 14 M.islam dating ke daerah Maluku raja
ternate Molometa (1350-1357 ) .Hal ini membuktikan bahwa di Ternate sudah ada
masyarakat islam sebelu rajanya masuk islam.Di kalimatan Timur pertama kali
diislamkan oleh Datuk RI Bandang dan Tunggang pangaran.Ke-2 mubalig itu dating
ke kutai setelah orang-orang makasar masuk islam.
Masuknya islam ke Indonesia
diawali dengan dagang antara bangsa arab dan Indonesia.Adapun para pedagang itu
tidak hanya berdagang tapi juga berdakwah juga.Mulanya para pedagang ini sudah
lama sebelum lahirnya Agama islam sudah berdatangan dari india
ke-pulauan-pulaun di Indonesia.
Setelah sebagaian dari bangsa
india memeluk agama islam,maka orang islam dari india juga turut mengambl
bagaian dalam lalu lintas perdagangan ini
dan mereka inilah yang memasukkan Agama Islam ke pulau-pulau tersebut.jadi
Agama islam yang mereka sebarkanitu sebelumnya sudah mengalami proses
penyesuaian dengan agama hindu sehingga memudahkan dalam menyesuaikan diri
dengan agama hindu campuran yang ada di pula-pulau di Indonesia.Dalam
perkembangannya itu makin meluas sehingga dengan cara perdagang terbentuklah
desa-desa,daerah-daerah, dan kerajaan Islam.
Islam dibawa ke indonesia oleh
para pedagang arab dan Gujarat.Saluran pengembangan islam dapat dilaksanakan
lewat pendidikan,baik informal maupun formal,dan yang paling dominan melalui
perdagangan.
Islam itu tumbuh menjadi suatu
kerajaan islam di Aceh karena letak geografis Aceh yang strategis yang dapat
menghubungkan antara Jazirah Arab dengan Asia Timur jauh.
Islam di tanah Jawa disebarkan
oleh para wali yang terkenal dengan
walisongo, sedangkan di Gajo Islam berkembang melaui pemimpin orang Gajo, atau
pejuang yang ingin menegakkan ajaran Islam.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Islam masuk ke Indonesia pada abad pertama hijrah
atau abad ke7/8 M. ini mungkin didasarkan pada penemuan batu nisan seorang
wanita muslimah yang bernama Fatimah binti Maimun di leran dekat Surabaya yang
bertaahun 475 H/1082 M.
Sedangkan menurut laporan seorang
musafir Maroko Ibnu Batuta yang mengunjungu samudera qasai dari perjalanan
perjalanya ke negeri cina pada 1345 M, Agama islam yang bermadhan Syafi;I telah
mantap disana selama seabad. Oleh karena itu berdasarkan bukti ini, abad XIII
biasanya dianggap sebagai masa awal masuknya agama islam di Indonesia.
Mengenai peran
perdagangan dan para pedagang dalam mengislamkan Indonesia,di mana pengaruh dan
penyebaran islamkan Indonesia, di mana pengaruh dan penyebaran islam efektif
sekali.Hal ini disebabkan karena banyak orang yang begitu saja tertarik untuk
memeluk agama islam sebelum mempelajari syari’at agamanya secara rinci.
Disebabkan karena banyak orang yang begitu saja tertarik untuk memeluk islam
sebelum mempelajari islam secara rinci. Ada dua fenomena yang menyertai masuk
nya islam di berbagai kepulauan di Indonesia
DAFTAR
PUSTAKA
·
Muljana Slamet, Runtuhnya
kerajaan Hindu-Jawa Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara,PT.Lkis pelangi
Aksara, Yogyakarta,2007
·
Thohir Ajid, Perkembangan Peradaban
di Kawasan Dunia Islam,fajar Interpratama Offset,Jakarta,2004
·
Hamka, Sejarah Umat Islam,
Pustaka Nasional, PTE,LTD Jakarta: 1994-2005
·
Affandi Bisri, Pembaharu
& Pemurni Islam di Indonesia,Pustaka Al-Kautsar,Jakarta Timur, 1999
·
Syukur Fatah, Sejarah
peradaban Islam, PT.Pustaka Rizki Putra, Semarang,2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar