NILAI-NILAI DAKWAH
DALAM FILM
“KEHORMATAN DI BALIK
KERUDUNG”
Disusun Guna Memenuhi
Tugas
Mata kuliyah : Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Primi Rohimi
Disusun Oleh:
Maslihatul Nurul
Khusniyah (412080)
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN DAKWAH
2013
Nilai-Nilai Dakwah dalam Film
“ Kehormatan di Balik
Kerudung”
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Film adalah Film, sementara dakwah adalah
dakwah. Keduanya hal yang berbeda namun, Film bisa menjadi sarana atau ekspresi
buat berdakwah. Demikian antara lain menurut Deddy Mizwar dalam talkshow
bertajuk “Film, Ekspresi, Dakwah” di masjid salman ITB jumat, 6 Mei 2011.
Kemajuan teknologi informasi, Film kini tidak
bersifat eksklusif. Ia bisa memasuki ruang privat seorang kapanpun bahkan
dimanapun. Menonton Film tidak mesti dibioskop, tetapi suasana bioskop sekarang
bukan tidak mungkin dipindahkan ke kamar tidur.
Demikianlah nilai-nilai dakwah atau kebaikan
bukan tidak mungkin diserap oleh seseorang atau khalayak. Lewat hanya
khotbah-khotbah keagamaan di ruang-ruang yang sacral.
Poligami dalam Islam merupakan
praktek yang diperbolehkan (mubah, tidak dilarang namun tidak dianjurkan).
Film “kehormatan di Balik Kerudung” ini
contohnya sebagai salah satu media dakwah karena di dalamnya berisi nilai-nilai
dakwah yang sangat etis bagi kalangan Islam. Alur cerita yang disampaikan tidak
membingungkan, sehingga penonton
langsung bisa merespon. Bahasa yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film
tersebut sangat berwibawa, puitis, halus dan penuh dengan perasaan. Para
pemainyapun sangat lihai dalam meragakan karakter masing-masing.
Film ini disutradarai oleh Tya Subiakto
Satrio, yang diadaptasi dari novel ma’mun Affany.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, pertanyaan dalam makalah ini adalah mengapa terjadi
poligami. apa sajakah factor-faktor penyebab poligami dalam film “ Kehormatan
di Balik Kerudung?
Nilai-nilai dakwah apa sajakah yang sangat etis bagi kalangan Islam dalam film “Kehormatan di Balik Kerudung”?
C.
Tujuan Penulisan
Makalah
ini disususun dengan tujuan untuk
mengetahui pengertian poligami beserta factor-faktor
terjadinya poligami dan mengetahui nilai-nilai dakwah yang terdapat dalam film
“Kehormatan di Balik Kerudung”.
D.
Signifikasi
Makalah ini diharapkan dapat
memberikan manfaat, baik teoritis (signifikansi teoritis) maupun praktis
(signifikansi praktis) Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat
memberikan sumbangan pemikiran bagi khasanah pengembangan dakwah khususnya
Jurusan Dakwah Islam yang mempunyai konsentrasi pada bidang bimbingan
penyuluhan Islam.
Secara praktis makalah ini diharapkan
mampu menjadi tolak ukur pemikiran bagi masyarakat luas dan umat Islam pada
umumnya dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, salah satu aktivitas
dakwah melalui pengkajian film-film Islam Indonesia.
E.
Tinjuan Pustaka
Dalam
makalah ini, penulis akan mendeskripsikan pada beberapa buku yang ada
relevansinya dengan judul di atas.
1.
Sabar menurut bahasa berarti menahan dan
mengekang.
2. sabar Dalam
al-Quran Imam Ghazali berkata, “bahwa sabar itu ada dua, pertama bersifat
badani (fisik), seperti menanggung beban dengan badan, berupa pukulan yang
berat atau sakit yang kronis. Kedua adalah al-Shabaru al-Nafsi (kesabaran
moral) dari syahwat-syahwat naluri dan tuntutan-tuntutan hawa nafsu.
3.
Poligami dalam Islam merupakan praktek yang
diperbolehkan (mubah, tidak dilarang namun tidak dianjurkan).
4. KBBI dalam makalah ini telah diambil pula makna dari kata sabar,
dengan tujuan untuk membatasi makna sabar dengan tujuan diperoleh
makna yang lebih spesifik.
PEMBAHASAN
Poligami dalam Islam merupakan
praktek yang diperbolehkan (mubah, tidak dilarang namun tidak dianjurkan).
Islam memperbolehkan seorang pria beristri hingga empat orang istri dengan
syarat sang suami harus berbuat adil terhadap seluruh istrinya. Hal ini
disebutkan dalam Quran surah an-Nisa ayat 3
yang artinya: “Dan jika kamu takut
tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bila mana
kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua,
tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka
(nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki”.
Nabi Muhammad, nabi utama agama Islam
melakukan praktik poligami pada delapan tahun sisa hidupnya, sebelumnya ia
beristri hanya satu orang selama 28 tahun. Setelah istrinya saat itu meninggal
(Khadijah) barulah ia menikah dengan
beberapa wanita. Kebanyakan mereka yang diperistri Muhammad adalah janda
mati, kecuali Aisyah.
Film ini memberikan penjelasan kepada
masyarakat kalau tokoh (Irfan). Poligami dengan janda yang hidupnya penuh
dengan kesedihan tanpa cinta dan kasih sayang dari seorang pria.
Film ini lebih dominan menceritakan nilai
kesabaran, ini dapat dilhat dari pengorbanan dan kesabaran dari istri pertama
yang merelakan suaminya menikah dengan orang lain. Menikahi cinta pertama
suaminya.
Sabar menurut bahasa berarti menahan dan
mengekang. Di antaranya disebutkan pada Q.S Al-Kahfi:28
yang artinya “Dan tahanlah dirimu
bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari
dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari
mereka”.
Macam-macam sabar Dalam al-Quran Imam
Ghazali berkata, “bahwa sabar itu ada dua, pertama bersifat badani (fisik),
seperti menanggung beban dengan badan, berupa pukulan yang berat atau sakit
yang kronis. Kedua adalah al-Shabaru al-Nafsi (kesabaran moral) dari
syahwat-syahwat naluri dan tuntutan-tuntutan hawa nafsu.
Bentuk-Bentuk Kesabaran
1. Sabar dalam
ketaatan kepada Allah
2. Sabar dalam
meninggalkan kemaksiatan
3. Sabar dalam
menghadapi ujian dan cobaan dari Allah
Aspek-Aspek Kesabaran
Sebagaimana yang digambarkan dalam Hadits
1. Sabar terhadap
musibah.
Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :
Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)
Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :
Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)
2. Sabar ketika
menghadapi musuh (dalam berjihad).
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.
3. Sabar berjamaah,
terhadap amir yang tidak disukai.
Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)
Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)
4. Sabar terhadap
jabatan & kedudukan.
Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).
Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).
5. Sabar dalam
kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)
6. Sabar dalam
kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi
Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).
Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dakwah
adalah upaya untuk mengajarkan nilai kebaikan pada orang-orang atau mentransfer
ilmu ( nilai religi ) kepada orang lain. Sedangka sabar adalah menahan hawa nafsu,
menurut al-Ghozali sabar ada dua yaitu badani dan al-shabaru al-nafsi kesabaran
moral dari syahwat-syahwat naluri dan tuntutan-tuntutan hawa nafsu. Poligami
adalah menikah lebih dari satu istri.[1]
Singkat cerita film yan berjudul Kehormatan di balik kerudung,
patutlah kita jadikan tauladan bagi kita umat muslim, gelorakan sikap sabar
menerima musibah maupun cobaan dalam menjalani lika-liku kehidupan menjadikan hamba
yang penuh syukur dan selalu ingat kepada sang pemberi rahmat dan maha
meninggikan derajat.
DAFTAR PUSTAKA
·
http:
//tarbiyahweekly.wordpress.com/2007/10/25/sabar-menurut-al-quran/
·
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=poligami
dalam islam&oldid=6639037”
·
Saputra Wahidin, Pengantar
Ilmu Dakwah, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2012
·
KBBI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar