Minggu, 27 Oktober 2013
Kesenjangan Organisasi di STAI Pati
Kesenjangan Organisasi di STAI Pati
Mantan ketua organisasi LPM Terma STAI Pati mengatakan bahwasanya ” Organisasi ekstra di STAI Pati sendiri kurang menunjukkan eksistensinya pada mahasiswa-mahasiswanya dikarenakan kultur atau budaya masih menganggap Organisasi hanya membuang-buang waktu, tidak bermanfaat, anarkis dan hal-hal negative lainya, adapun kebanyakan mahasiswa-mahasiswi sudah bekerja sehingga sedikit sekali waktu luang yang tersisa. Adapun upaya yang dilakukan oleh komunitas dari berbagai organisasi dengan mendekati secara personal.”
Sedangkan menurut mahasiswa anggota dari LPM Terma STAI Pati Z.A mengatakan bahwa “ Mahasiswa-mahasiswa STAI Pati terlalu sibuk dengan dunia kerjanya sehingga sedkit sekali kemungkinannya untuk mengikuti Organisasi.
Problem Anak Kos dan Tips Mengatasi Keuangan
Saat seperti
inilah yang tidak di sukai oleh anak kos termasuk aku, saat tubuh terasa lemah,
lemas, apa-apa tak enak, penyakit semakin lama semakin memburuk, mau berobat
tak ada kendaraan, mau minta tolong temenpun tak enak (pada sibuk dengan urusan
masing-masing), mau gak mau beli obat di tempat terdekat (warung) paling mentok
di apotek. Beneran dech…. Gk enak bgt saat sakit seperti ini, pengen pulang
rumahnya jauh, kalaupun jadi pulang pasti ngrepotin orang tua ,, ah.. kalau ingat
orang tua bawanya pengen nangis, jadi merasa bersalah atas amanat mereka yang
telah kulanggar salah satunya jarang belajar. Loh… loh… Koq ceritanya jadi beralih, next kecerita,
pokoknya hal pertama yang paling tidak mengenakkan saat jauh dari orang tua itu
saat lagi sakit. Tak ada yang ngurusin kalaupun ada, tak sebanding dengan
perawatan sang ibu karena ada kasih sayang yang tulus yang terpancar dari
wajahnya.
Dan hal lain
selanjutnya yaitu masalah keuangan, huh… kalau soal ini memang sebagai anak
yang jauh dari orang tua khususnya anak kos harus pandai-pandai mengatur
keuangan, jangan dikit-dikit minta kiriman, dikit-dikit mengeluh soal yang gak
terlalu penting. Itu emang sudah resiko yang harus kita ambil. Memang pada
awalnya terasa gak enak karena keperluan kita tak ada yang nyiapin seperti saat
dirumah, tapi percaya dech lama-lama akan terbiasa. Justru dengan kita jauh
dari orang tua akan mendewasakan diri. Karena kita mampu bertanggung jawab atas
diri kita,. Pasti semua anak yang jauh dari orang tua (anak kos) pernah
ngalamin satu hal ini. “Saat lagi pengen-pengennya hemat ada aja yang mesti
harus dibeli” misalnya, keperluan sehari-hari habis, wajib beli buku, sakit dan
masih banyak lagi. Tapi tenang aja ada tips jitu yang harus dicoba tentunya
sebagai anak kos kita harus pandai-pandai mengatur keuangan dengan
sebaik-baiknya misalnya dengan mengatur keuangan makan. Sehari semalam dua kali
caranya, makan pagi dengan makan siang dijadikan satu pada pukul 10.00-11.00 dan makan siang dengan makan malam juga di
jadiin satu yakni pukul 15.00-16.00. Nah dengan cara seperti ini sedikit
membantu dalam penghematan. Kalau soal jajan tergantung individunya, tapi pada
umumnya kalau perut sudah kenyang dan haknya sudah terpenuhi nafsu untuk nyemil
akan berkurang.
Hmm… soal buku
cara mengantisipasi dengan mencatat poin-poin yang terpenting dalam buku, cara
ini untuk orang yang gemar menulis plus tulisanya rapi ( tidak membosankan). Bagi
yang kurang menyukai tulisan tangan ataupun tulis-menulis jangan berkecil hati.
Karena pada eksistensinya di jaman modern ini banyak alat-alat canggih yang
banyak berperan penting bagi kehidupan kita, salah satunya internet, dengan adanya
internet kita bisa mencari apapun yang kita inginkan, misalnya soal mata kuliah,
info-info dan lain-lain. Nah bagi yang kurang suka menulis dapat mengupload
file-file yang dibutuhkan. Kalau menurut saya pribadi soal buku, kalau memang
penting dan berguna bagi kehidupan kita sekarang dan di masa yang akan datang,
gak masalah kita mengorbankan uang pulsa atau uang makan untuk membeli buku
karena toh… buku sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas diri terutama
meningkatkan kecerdasan akademik. Tak masalah mengorbankan pulsa, kita di kos
tentunya mempunyai teman, kalau ada sms atau telvon yang penting, kita bisa
minjam HP temen (minta gratisan sms) untuk membalasnya. Tak masalah juga
mengorbankan uang makan, kita bisa berpuasa, selain menambah iman kita kepada
sang maha kuasa kita juga punya alasan yang logis untuk menolak ajakan makan
temen-temen hehe.
Bagi yang
punya laptop, IPed, HP android dan barang elektronik sejenisnya yang
membutuhkan kartu khusus untuk internetan (modem). Kalau masa aktifnya udah
habis gak usah berkecil hati, sekarang dimana-mana banyak layanan yang menyediakan
Host Pot. Bukan hanya dikampus dirumah makanpun ada dan di tempat-tempat lain.
Jadi kalau kantong mulai menipis atau kiriman belum datang gak usah kuatir
nikmati aja layanan yang sudah disediakan dengan begini gak ada masalah kan…
Soal baju,
sepatu, kehidupan sehari-hari maupun bulanan, ada tips jitu nich.. kalau ada
temen yang ngajak ke mall, swalayan maupun pasar untuk nemenin dia belanja,
kebetulan kita juga mau beli keperluan sehari-hari, caranya sebelum berangkat
kita tulis keperluan apa saja yang wajib dibeli pada kertas kecil dan jangan
membawa uang terlalu banyak karena dapat memicu ke hal-hal yang tidak
bermanfaat, kemudian saat sedang belanja usahakan jangan lirik sana lirik situ (memandangi
barang dengan antusias) karena hal itu dapat memicu nafsu untuk membeli barang
yang tidak perlu dibeli, satukan pikiran pada satu tujuan. Satu lagi nich yang
gak kalah pentingnya tahan untuk membeli barang yang gak penting. Kalau soal
baju, sepatu, tas dan sejenisnya sebelum kita mau membeli kita pandangi
barang-barang yang lama dulu apa masih bagus dan layak untuk di pakai atau
sebaliknya, kalau masih layak dipakai tahan dulu dech, kalau tak layak dipakai
barulah beli usahakan kalau beli barang yang awet, kualitasnya bagus karena
sejatinya barang yang kualitasnya bagus akan enak dipakai dan tahan lama,
memang agak mahal karena ada harga ada barang, ketimbang membeli barang yang
murah tapi kualitasnya kurang dan mudah rusak, itu sama saja dengan
mempermainkan diri sendiri karena harus berulang mmbeli barang yang sama.
Demikian
cerita dan masukan-masukan buat kamu-kamu yang sedang bermasalah soal keuangan,
semoga bermanfaat.. tak ada salahnya
untuk dicoba … J
saya sangat
menyadari ada banyak kekurangan pada tulisan ini maka dari itu kritik dan saran
dari anda ikut berperan penting pada tulisan saya berikutnya . Bagi yang mau
komentar monggo
Kamis, 24 Oktober 2013
Kajian Ontologi Ilmu Dakwah
KAJIAN ONTOLOGI ILMU DAKWAH
I.
Pendahuluan
Berbicara tentang pengembangan ilmu pengetahuan agama islam, tidak
bisa mengesampingkan kondisi atau suasana yang meliputi dan menyertai
pengembangan ilmu pengetahuan secara umum pada saat ilmu itu berkembang. Kepincangan
dan ketertinggalan ilmu agama islam
tidak akan bisa diatasi hanya dengan membolak balik ilmu – ilmu keislaman
tradisional yang terdapat dalam kitab kuning. Sebenarnya tuntutan dunia baru
tidaklah terlalu muluk dan sulit dipenuhi.
Pekembangan
filsafat dewasa ini merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang filsafat
yunani. Pengaruh filsafat yunani juga ditemukan dalam dunia islam karena filsafat berkembang dalam dunia islam
berasal dari penerimaan pemikiran yunani.
Dalam
tradisi filsafat barat ada tiga tema sentral pembahasan yang mutlak dibicarakan
ketika akan mengkaji suatu persoalan dalam perspektif filsafat, termasuk
pembahasan filsafat ilmu pengetahuan yaitu ontology, ( yang akan dibahas dalam
makalah ini ), epistimologi dan aksiologi. ( Fathul Mufid, 2008: 65).
Filsafat
dakwah menurut sistematika filsafat yang dibuat The Liang Gie termasuk dalam
filsafat khusus , yaitu filsafat agama. Namun dalam kaitannya dengan filsafat
keilmuan seperti yang diadaptasikan oleh Bustanuddin Agus, masalah ontology
dari filsafat dakwah berkaitan dengan pandangan hakikat ilmu atau pengetahuan
ilmiah disekitar persoalan dakwah. Dengan demikian aspek ontology dalam tulisan
ini kita batasi maksudnya pada eksistensi dakwah, apa yang nyata secara
fundamental dalam dakwah.
II.
Rumusan
Masalah
a)
Apa
pengertian ontology
b)
Beberapa
aspek yang termasuk dalam ontology yaitu objek kajian ilmu dakwah,
karakteristik manusia, interaksi Tuhan manusia dan alam, pengertian islam,
nubuwah dan risalah.
III.
Pembahasan
A.
Pengertian
Ontology
Ontology
berasal dari dua kata on dan logi artinya ilmu tentang ada. Ontologi
adalah teori tentang ada dan realitas ( Musa Asy’ari, 1992: 18 ). Meninjau
persoalan secara ontologis adalah mengadakan penyelidikan terhadap sifat dan
realitas. Jadi ontology adalah bagian dari metafisika yang mempelajari hakikat
dan digunakan sebagai dasar untuk memperoleh pengetahuan atau dengan kata lain
menjawab dengan pertanyaan apakah hakekat ilmu itu.
Ontology meliputi permasalahan apa
hakekat ilmu itu, apa hakekat kebenaran dan kenyataan yang inbern dengan
pengetahuan yang tidak terlepas dari persepsi kita tentang apa dan bagaimana
ilmu itu. . ( Fathul Mufid, 2008: 65).
Ontologi menyelidiki sifat dasar dari apa yang
nyata secara fundamental dan cara-cara yang berbeda dalam mana entitas dari
kategori-kategori logis yang berlainan ( seperti objek-objek fisis, hal
universal, abstraksi, bilangan dan lain-lain) dapat dikatakan ada. Dalam
kerangka tradisional, ontologi dianggap sebagai teori mengenai prinsip-prinsip
umum mengenai hal “ada”, sedangkan dalam pemakainya pada akhir-akhir ini
ontology dipandang sebagai teori mengenai
“apa yang ada”. Ontology berusaha mengungkapkan makna eksistensi, tidak
termasuk mengenai persoalan asal mula perkembangan dan struktur kosmos (atau
alam semesta) yang merupakan titik perhatian dari kosmologi. ( Wahidin Saputra,
2011: 60 ).
B.
Beberapa
aspek yang termasuk dalam ontology dakwah.
a)
Objek
Kajian Ilmu Dakwah
Dalam
salah satu karya Ismail al-Faruqi mengemukakan, dakwah berhubungan dengan
islam. islam menempatkan yang benar dan yang salah dengan sangat jelas.
Kebenaran menjadi nyata karena disisi lainnya kesahan menjadi tampak nyata.
Dakwah berpihak kepada kebenaran yang dalam mecapai tujuannya tidak lebih dari
sekedar menumbuhkan pembenaran atas kebenaran yang timbul secara sadar,
sukarela, tanpa paksaan, tanpa pengaruh alat mistik atau kimiawi yang
mengaburkan kesadaran dan akal sehat, terhadap pihak objek dakwah mad’u.
Kegiatan
dakwah, bagi Ismail al-Faruqi merupakan suatu bentuk usaha dalam berpikir,
berdebat atau menyanggah. Isi dakwah adalah kebenaran yang diterima secara
tulus dan pembenaranya yang disadarkan pada pertimbangan –pertimbangan atas
beberapa alternatife. Lebih jauh Ismail
Al-Furuqi menambahkan bahwa dakwah adalah suatu proses kritis dan rational intelection
berdasarkan sifatnya yang tidak pernah dogmatis, dan tidak pernah didasarkan
atas kewenangan sesorang atau suatu tradisi. Dakwah islam adalah suatu bentuk
penyajian terhadap hasil penelitian kritis bagi nilai-ilai kebenaran, sebuah
preposisi, sebuah fakta tentang metafisik dan etik serta relevensinya bagi
manusia ia tidak akan pernah membawa
manusia pada sesuatu yang menyalahi fitrah manusia.
Dakwah
dalam praktiknya merujuk pada fitrah manusia karena dalam fitrah itulah ada
kebenaran yang dengan begitu kebenaran akan hadir pada diri mad’u dan
diterimanya dengan ketulusan. Hakekat dakwah adalah mengajak manusia kembali
kepada hakikat yang fitri yang tidak lain adalah jalan Allah Swt, serta
mengajak manusia untuk kembali kepada fungsi dan tujuan hakiki keberadaannya
dalam bentuk mengimani ajaran kebenaran dan mentransformasikan iman menjadi
amal shaleh.
Ilmu
dakwah pada hakikatnya adalah ilmu yang menyadarkan dan mengembalikan manusia
pada fitrahnya, pada fungsi dan tujuan hidup manusia menurut islam. maka, ilmu
dakwah adalah ilmu transformasi untuk mewujudkan ajaran yang bersifat fitri (islam)
menjadi tatanan khairul al-Ummah atau mewujudkan iman menjadi amal saleh
kolektif yang tumbuh dari kesadaran intelektual yang sepenuhnya berpihak kepada
kemanusiaan.
Objek
material ilmu dakwah, menurut penjelasan cik Hasan Bisri adalah unsure
substansial ilmu dakwah yang terdiri dari enam komponen,yaitu da’I, mad’u,
metode, materi, media dan tujuan dakwah. Sedangkan objek formal ilmu dakwah
adalah sudut pandang tertentu yang dikaji dalam disiplin utama ilmu dakwah,
yaitu disiplin tabligh, pengembangan masyarakat islam dan manajemen dakwah.
Amrullah
Achmad berpendapat, objek material ilmu dakwah adalah semua aspek ajaran islam
(Al-Quran dan As-sunnah), hasil ijtihad dan realisasinya dalam system
pengelolaan, teknologi, social, hukum, ekonomi, pendidikan dan lainya,
khususnya kelembagaan islam objek material ilmu dakwah inilah yang menunjukkan
bahwa ilmu dakwah adalah satu rumpun dengan ilmu-ilmu keislaman lainya seperti
fiqih, ilmu kalam dan lainya. Objek formal kajian ilmu dakwah adalah kegiatan
manusia yang memihak dan menerapkan kedalam segi-segi kehidupan umat manusia
dengan menjalankan ajaran islam sebagaimana dipahami dari sumber-sumber
pokoknya, termasuk nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan, supaya yang menjadi
objek formal ilmu dakwah itu berfungsi untuk mengembalikan manusia ke dalam
garis fitrah mereka yaitu kesucian (islam). secara kategoris objek formal ilmu
dakwah itu terlihat dalam bagan berikut ini:
Perilaku keagamaan adalah ruang terjadinya
persentuhan antara objek material ilmu dakwah dengan ilmu-ilmu social. Perilaku
keislaman adalah ruang persentuhan objek material ilmu dakwah dengan ilmu-ilmu
keislaman. Sedangkan perilaku teknologis adalah ruang persentuhan objek
material ilmu dakwah dengan penerapan teknologi untuk kesejahteraan manusia
(seperti teknologi komunikasi).
Bentuk-bentuk empiris dari apa yang menjadi objek formal kajian ilmu
dakwah itu meliputi antara lain ajakan untuk membela dan menerapkan kebenaran
melalui media lisan, tulisan, perbuatan nyata, pengorganisasian terhadap
berbagai kegiatan pembelaan dan pengaplikasikan kebenaran serta pengelolaan
lembaga-lembaga yang berkaitan dengan berbagai kegiatan tersebut. Secara
kategoris objek/formal ilmu dakwah adalah ruang persentuhan antara perilaku
keagamaan, perilaku keislaman dan perilaku teknologis dalam dimensi ruang dan
waktu. Secara terperinci objek formal ilmu dakwah itu terdiri dari realitas
dakwah berupa proses interaksi unsur-unsur dakwah. . ( Wahidin Saputra, 2011:
67 ).
b)
Karakteristik
Manusia
Manusia
adalah sesuatu yang nyata ada, oleh karena itu tentu dapat dipahami adanya
eksistensi manusiawi disamping sisi organic dan materialnya. Manusia dalam kenyataanya bukan
sekedar suatu materi yang kompleks, tetapi juga realitas nonmaterial (sisi eksistensi
manusiawi/materiall) dan persoalanya yang menggabungkan dualitas material dan
spiritual.
Sisi material manusia memiliki kualitas - kualitas
seperti berat, masa, bentuk, dan volume. Sisi material manusia ini tunduk
kepada hukum-hukum fisika. Kompleksitas dari sisi material manusia itu melipiti
eksistensi fisis, biologis, personal dan social, yang dalam batas-batas
tertentu dapat ditemukan pada tingkatan hewani dari kenyataan yang ada.
Eksistensi yang dimiliki manusia, dengan demikian tidak akan ditemukan jika
yang diperhatikan hanya sisi material manusia semata. Eksitensi khas itu
eksistensi manusiawi, dalam arti cara berada yang khas dari manusia, terdiri
dari interaksi-interaksi dari suatu kumpulan unsure - unsur sebagai hasil dari
proses budi. Unsure-unsur eksistensi manusiawi ada empat yaitu:
1.
Seni
adalah suatu kegiatan manusiawi yang menjelajahi kemudian menciptakan realitas
baru dalam suatu cara yang diluar akal serta berdasarkan penglihatan juga
menyajikan realita itu secara perlambang atau kiasan sebagai sebuah kebulatan
dunia kecil yang mencerminkan sebuah kebulatan dunia besar.
2.
Kepercayaan
adalah proses menerima dan merasa yakin terhadap adanya sesuatu yang tertinggi
yang mempunyai kekuasaan atas alam semesta ini.
3.
Filsafat adalah suatu kegiatan manusiawi yang
bersifat reflektif bersandar kepada akal manusia dan sebagian besar tetuju pada
pencarian pengetahuan serta akan menghasilkan kearifan, asas - asas yang
menghabiskan pemikiran yang sistematis dan pandangan yang menyeluruh.
4.
Ilmu adalah kegiatan menyelidiki oleh budi
manusia dengan memakai metode - metode yang diatur dan dikontrol untuk
memeroleh sekumpulan fakta yang spesifik yang menghasilkan asas – asas, system,
teori, dan kaidah yang dinamakan pengetahuan ilmiah.
Keempat unsure eksistensi manusiawi itu tidak hanya membuat manusia
menjadi jenis makhluk biologis yang berkembang paling tinggi diantar semua
jenis makhluk, melainkan kenyataanya telah mengubah manusia menjadi suatu jenis
makhluk hidup yang baru.
Dalam ruang lingkup agama islam pada referensi yang lain dikatakan
bahwa islam memiliki keistimewaan dan karakteristik tersendiri yang berbeda
dengan agama yang lain didunia. Diantara keistimewaan yang dimiliki oleh islam
seperti yang diungkapkan agamawan barat adalah sebagai berikut:
1.
Islam
merupakan agama universal .
2.
Islam
merupakan agama yang memiliki keseimbangan orientasi hidup.
3.
Penamaan
islam sebagai agama langsung diberikan oleh Allah melalui wahyu-Nya ( alquran
).
Dari
keistimewaan yang dimiliki oleh ajaran islam , lahirlah karakteristik umat
islamyang meliputi sebagai berikut:
1.
Umat
islam sebagai umat yang satu ( ummatun wahidah ).
2.
Umat
islam merupakan umat multiras, suku, dan bangsa.
3.
Umat
islam menekankan kesamaan dan kesetaraan.
4.
Umat
yang mendorong tegaknya msyarakat dalam urusan tegaknya agama islam.
5.
Umat
yang mencintai keadilan. ( Ali Anwar Yusuf, 2002: 35)
Menurut
Muhammad Baqir ash-Shadr, penjelasan tentang manusia berdasarkan dua unsure
spiritual dan material, mendapatkan formulasinya yang baik ditangan filosof
Muslim, Shadr al-Muta’allihin, Asy-Syirazi. Filosof ini telah menemukan gerak
substansial dalam jantung alam. Gerak ini adalah sumber paling primer dari
setiap gerak yang kasat indrawi yang terjadi di alam. Materi dalam gelak
substansialnya itu menyempurnakan wujudnya dan terus menyempurnakanya sampai
terlepas dari materialnya dibawah syarat-syarat tertentu dan menjadi maujud yang
bukan material. Jadi antara material dan spiritual (nonmaterial) tidak ada
garis pemisah. Keduanya adalah dua tingkat keberadaan. Bagi Asy-Syirazi,
ninmaterian, roh atau jiwa bukanlah produk materi dan bukan pula salah satu
efek dari materi. Roh, jiwa, nonmateri itu adalah produk gerak substansial yang
bukan berasal dari materi itu sendiri. Roh yang merupakan sisi nonmaterial
manusia adalah produk penggerak tersebut. Adapun gerak ini sendiri, ia adalah
jembatan antara materialism dan spiritualisme. Namun hal itu bukan berarti
kompeksitas keberadaan manusia telah terselesaikan sepenuhnya dalam pengetahuan
manusia secara tuntas. Masih dapat dijumpai sejumlah pertanyaan yang sampai
saat ini masih belum tersedia jawaban yang memuaskan berbagai pihak. Kompleksitas
eksistensi manusia dan keterbatasan akal manusia merupakan factor-faktor yang
memustahilkan bagi manusia itu sendiri memperoleh pengetahuan secara tuntas
tentang dirinya dari dalam dirinya. ( Wahidin Saputra, 2011: 71 ).
c)
Interaksi
Tuhan,Manusia dan Alam
Menurut
al-Quran keberadaan alam semesta diciptakan oleh Allah Swt. Dapat dipahami dari
ayat berikut “Dan dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar, dan
benarlah perkataan-Nya diwaktu itu ia mengatakan : “jadilah lalu jadilah” dan
ditangan-Nya lah segala kekuasaan sewaktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui
yang ghaib dan yang tampak. Dan dialah yang maha bijaksana lagi maha
mengetahui.” (QS Al-An’am:37).
Berinteraksi
dengan alam semesta atau khususnya
manusia. Pemikiran mu’tazilah yang menekankan transendensi Allah Swt.
Ciptaan-ciptaan Allah Swt itu dapat dikelompokkan ke dalam dua macam. Yaitu
ciptaan Allah Swt yang dapat ditangkap oleh indra dan instrument yang dimiliki
manusia. Ciptaan jenis ini dikenal dengan dunia empiris. Dan lainya adalah
ciptaan Allah Swt yang tidak akan dapat ditangkap oleh kemampuan manusia.
Ciptaan jenis ini dikenal dengan dunia nonempiris. Di antara semua ciptaan
Allah Swt. Itu, manusia menduduki tempat amat khusus. Manusia adalah
satu-satunya ciptaan Allah Swt. Yang memiliki dua potensi sekaligus potensi
untuk mengelola dan merusak alam semesta.
Sesuai
dengan pemaknaan ukhuwah menurut Al-quran dan al-sunnah, maka ukhuwah dapat
dibedakan menjadi empat bentuk yaitu:
1.
Ukhuwah
fi al ubudiyah yaitu seluruh makhluk Allah adalah bersaudara.
2.
Ukhuwah
fil al insaniyah yaitu seluruh umat manusia adalah bersaudara.
3.
Ukhuwah
fil al wathaniyah yaitu saudara dalam seketurunan dan sekebangsaan.
4.
Ukhuwah
fil al din al islam yaitu persaudaraan antar intern umat islam. ( Muhaimain
dkk, 2005: 346)
Manusia
diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS Al-Tin :4). Di samping itu,
digambarkan pula dalam Al-Quran hal-hal negative mengenai manusia, seperti
dapat dipahami dari ayat-ayat berikut “Dan dia telah memberikan kepadamu
(keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu
menghitungkan nikmat Allah, tidaklah kamu menghinggakanya. Sesungguhnya manusia
itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)”. (QS Ibrahim:34)
Oleh
Allah, manusia diberi kewenangan untuk memanfaatkan kekayaan alam yang memang
disediakan untuk umat manusia. Banyak ayat-ayat Al-Quran yang menyebutkan “dan
Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk
dalam kegelapkan di darat dan dilaut. Sesungguhnya kami telah menjelaskan
tanda-tanda kebesaran (kami) kepada orang-orang yang mengetahui.
Manusia
diberi kemampuan untuk berkomunikasi baik dengan sesamanya dalam satu generasi
melalui symbol-simbol bahasa manusia. Hal itu dapat dipahami dari ayat yang
diantara isinya menegaskan bahwa Allah SWT telah menceritakan sebagian dari
kisah para nabi yang tidak dalam satu generasi, seperti “dan sesungguhnya telah kami utus beberapa
orang Rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan
dia antara mereka ada (pula) yang tidak kami ceritakan kepada… (QS
Al-Mu’min:78)”.
Sebagai
pusat interaksi, manusia dituntut untuk menempatkan diri sebagai hamba sahaja
ketika berhadapan dengan Allah Swt., seperti firmanya “ dan aku tidak
menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka meyembahKu (QS
Al-Dzariyat:56)”.dan di hadapan alam semesta, manusia dituntut untuk secara
aktif mengelolanya secara arif sebagai wakil Allah di muka bumi.
Dari kajian itu, dapat dikemukakan sebagian kesimpulanya sebagai
berikut:
1.
Hubungan
timbal balik antar manusia dan Allah Swt.bersifat sangat komersial.
2.
Dalam
kajian itu ditemukan sejumlah tema dalam dunia perdagangan yang dapat dijumpai
dalam Al-Quran ketika memberi petunjuk kepada umat manusia.
3.
Bahwasanya
Nabi Muhammad Saw. Telah menggunakan terma - terma itu dalam semua periode
pewahyuan, walaupun beberapa tema tertentu lebih banyak dipergunakan dalam
periode yang sama. ( Wahidin Saputra, 2011: 81 )
d)
Pengertian
Islam
“ Al-Islamshalihun
likulli zaman wamakanin” ( islam adalah agama yang sesuai dengan segala zaman
dan tempat ). Ungkapan in idapat dibuktikan antara lain oleh pemahaman dan
pengamatan bahwa islam adalah agama yang paling banyak mencakup berbagai ras
dan kebangsaan. ( Ali Anwar Yusuf, 2002: 15)
Dengan
penyerahan diri kepada Allah itu, seseorang akan mampu mengembangkan seluruh
kepribadiannya secara menyeluruh dan oleh karenanya ia akan memperoleh
keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian.
Pemakaian
term islam untuk nama sebuah agama, menuntut adanya aturan – aturan formal
sebagai predikat sehingga dapat diidentifikasikan perilaku tertentu sebagai
cerminan aktualisasi agama islam. pada umumnya islam dimengerti hanya sebagai
nama untuk sebuah agama, yaitu agama yang telah terorganisir, agama formal atau
agama mapan. Sebagai nama agama, islam menunjuk pada ajara yang dibawa oleh
Nabi Muhammad saw.
Islam
sendiri terbagi menjadi dua yaitu islam predikatif dan esensial. Keduanya
secara analisis dapat dibedakan tetap secara factual keduanya tak terpisahkan.
Secara predikatif semua bentuk aturan dan norma tidak dibenarkan kecuali yang
telah digariskan dalam sumber pokok ajaran islam. sedangkan islam esensial
adalah islam intisari. Orang yang menegakkan islam predikatif seharusnya juga
berislam esensial karena keduanya terpisah hanya pada tingkat analisis
sedangkan secara factual adalah menyatu dalam satu penghayatan dan pengalaman.
WC.
Smith ( 1982 ) berpendapat, islam dapat dilihat dalam tiga pengertian. Pertama
islam sebagai kepercayaan seseorang secara aktif. Kedua adalah islam sebagai
system keagamaan yang bersifat ideal,
ketiga , islam sebagai system keagamaan yang bersifat historis. Dan masih
banyak para cendekia serta ilmuan –ilmuan yang mempersepsikan tentang islam.
e)
Nubuwwah
dan Risalah
Nubuwwah
atau Risalah adalah konsep sebagai hasil pemikiran yang berusaha memahami
kemungkinan adanya kontak antara supranatural dan natural. Kontak supranatural
dan natural itu penting bagi kehidupan
manusia. Dalam konteks pembahasan ini kontak anatara keduanya menunjuk pada
kemungkinan dan kemustahilan adanya petunjuk Allah Swt. Yang diturunkan kepada
manusia yaitu agama. Ketakmustahilan ada kontak tersebut sama artinya dengan
kemungkinan adanya agama untuk umat manusia/ketika agama dipahami berasal dari Allah yang supranatural.
Filsafat kenabian menjadi penting bagi manusia, sama dengan pentingnya agama
bagi manusia.
Manusia
sangat membutuhkan bimbingan dari Allah. Kepercayaan adalah pembeda yang khas
antara manusia dan makhluk – makhluk hidup lainnya maka manusia pada dasarnya
memiliki fitrah keagamaan.
Potensi
beragama ditemukan ada pada diri manusia dalam pengertian bahwa manusia secara
eksistensial memiliki sifat – sifat yang dapat mendorong untuk itu. sifat
–sifat itu antara lain bahwa manusia pada dasarnya memiliki rasa berutang budi
kepada selain Allah yaitu pihak lain
yang telah berbuat baik kepadanya. Pada dasarnya ada kecenderungan bahwa sifat
– sifat negative memiliki potensi untuk lebih menguasai manusia bahkan termasuk
dalam perilaku bakti kepada Allah. Ketidaksanggupan manusia untuk mengendalikan
diri dan keterbatasannya dalam memahami hal – hal ghaib telah mendorong manusia
terlalu spekulatif dalam memahami yang supranatural.
Tantangan
yang dihadapi manusia juga termasuk factor manusia memerlukan agama baik
termasuk tantangan dari dalam maupun luar. Dengan uraian diatas, maka mudah
untuk mengatakan bahwa manusia secara eksistensial memerlukan agama. ( Wahidin
Saputra, 2011: 92 )
IV.
Kesimpulan
Dari
uraian diatas sedikit banyak telah dijelaskan tentang pengertian ontology dan
aspek – aspek kajiannya. Berbicara tentang pengembangan ilmu pengetahuan agama
islam, tidak bisa mengesampingkan kondisi atau suasana yang meliputi dan
menyertai pengembangan ilmu pengetahuan secara umum pada saat ilmu itu
berkembang. Pekembangan filsafat dewasa ini merupakan kelanjutan dari
perjalanan panjang filsafat yunani. Filsafat dakwah menurut sistematika
filsafat yang dibuat The Liang Gie termasuk dalam filsafat khusus , yaitu
filsafat agama. Namun dalam kaitannya dengan filsafat keilmuan seperti yang
diadaptasikan oleh Bustanuddin Agus, masalah ontology dari filsafat dakwah
berkaitan dengan pandangan hakikat ilmu atau pengetahuan ilmiah disekitar
persoalan dakwah.
ontology
adalah bagian dari metafisika yang mempelajari hakikat dan digunakan sebagai
dasar untuk memperoleh pengetahuan atau dengan kata lain menjawab dengan
pertanyaan apakah hakekat ilmu itu. Ontologi menyelidiki sifat dasar dari apa
yang nyata secara fundamental dan cara-cara yang berbeda dalam mana entitas
dari kategori-kategori logis yang berlainan.
Beberapa
aspek yang termasuk dalam ontology yaitu objek kajian ilmu dakwah, Dari uraian
diatas sedikit banyak telah dijelaskan tentang karakteristik manusia, interaksi
Tuhan manusia dan alam, pengertian islam, nubuwah dan risalahyang semuanya
sudah dipaparkan diatas oleh pemakalah.
V.
Penutup
Demikianlah makalah Ilmu Dakwah dengan judul kajian ontology ilmu dakwah yang dapat
pemakalah paparkan, semoga pembahasan diatas dapat bermanfaat. Apabila dalam
penulisan makalah ini terdapat kesalahan, penulis mohon maaf yang
sebesar-besarnya. Kritik dan saran selalu penulis nantikan guna perbaikan di
makalah selanjutnya.
VI.
Daftar
Pustaka
Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah, PT RajaGrafindo
Persada, Jakarta, 2012.
Fathul Mufid, Filsafat Ilmu Islam, kudus, 2008.
Ali Anwar Yusuf, Wawasan Islam, Pustaka Setia Bandung,
Bandung, 2002.
Muhaimin dkk, Kawasan dan Wawasan Study Islam, Prenada
Media, Jakarta, 2005.
Langganan:
Komentar (Atom)