Rabu, 27 November 2013
gelisah mikirin tugas
Tugas banyak banget.... besok presentasi, makalah belum jadi cari referensi diperpus gak nemu-nemu di wikipedia tak ada juga. hadeh.... rasanya pengen lari kehutan triak sekenceng-kencengnya, besok juga setoran hafalan belum lancar pula. besonya lagi presentasi lagi... belum jadi juga. proposal, buat penelitian masjid didesa, buat makalah tentang metodologi study islam, belum juga. :(
Senin, 18 November 2013
Cerpen "Diary Tiara"
Hembusan angin malam menusuk sukma-sukma persandian Tiara, hawa dingin sudah dirasakannya semenjak dua hari yang lalu. maklum, bulan ini bulan November musim penghujan mulai mengguyur diberbagai kota termasuk kota Kudus yang ditempati tiara sekarang. Dia bisa dibilang baru menempati kota kretek itu, kurang lebih satu setengah tahun, ini dapat dilihat dari pengetahuannya yang masih minim mengenai tempat-tempat maupun daerah-daerah yang sekarang ia tempati. Pernah suatu ketika saat Tiara dan Sofi sedang jogging sore di daerah tidak jauh dari tempat kosnya, mereka ditanyai oleh sopir truk
“ mbak arah ke Mbareng kemana ya?”
Tiara dan Sofi saling pandang mereka bingung mau nunjuk arah mana
“ belok kiri pak” jawab Sofi dengan suara khasnya,setelah mendapat jawaban sopir trukpun melanjutkan perjalananya.
Tiba-tiba Sofi menepuk pundak Tiara spontan Tiara kaget
“ kenapa mbak..???” Tanya Tiara penasaran
“ owalaah…… ra arah ke Mbareng Belok kanan, bukan arah ke kiri, aduhhh… aku jadi merasa bersalah nich!!!!” jawab Sofi dengan cemasnya hendak berlari mengejar truk yang dikendarai bapak-bapak yang bertanya tadi, tapi dengan segera langkahnya dihentikan oleh Tiara
“ jangan gila mbak truk itu udah jauh, kalupun kamu mengejarnya kamu gak bakalan sampai”
Sofipun menuruti kata Tiara, mereka sama-sama memperhatikan truk yang sedang melaju semakin jauh dari tempat mereka beridiri, tapi untunglah truknya belok kearah kanan itu melegakan hati mereka. entah bapak-bapak yang bertanya tadi sengaja menggoda atau dia berinisiatif kalau jalannya kearah kanan, entahlah yang pasti hati mereka sudah tenang. Dari peristiwa ini membuat Tiara berpikir betapa parnonya dirinya, ingin sekali dia keliling kota Kudus dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti museum kretek, gunung muria, kajar dan tempat-tempat lainya. tapi sayang tak ada kendaraan yang menunjang keinginanya itu, adanya kendaraan umum yang hanya bisa melintasi jalan-jalan besar kalau jalan-jalan kecil jarang ada bis ataupun angkot yang melintas, padahal jalan menuju tempat-tempat bersejarah itu melewati jalan kecil atau masuk gang, satu lagi kalau naik kendaraan umum menelan biaya yang agak mahal, murahan pakai kendaraan sendiri. Itulah alasan Tiara kenapa sampai saat ini dia masih belum mengetahui tempat-tempat dikudus. Kalau hari libur datang seperti saat ini dia sering menghabiskan waktunya di kos entah itu menonton tv, baca buku maupun menulis.
Kalau dia merasa suntuk,bosan dan pikiran lagi kacau Tiara mengajak teman sekelasnya ziarah kemenara(makam Abu Jakfar Shodiq salah satu wali 9) saat hari libur atau sudah tak ada jam mata kuliah lagi. Temannya itu memang sangat alim semenjak mondok semester tiga yang lalu, tidak main-main pertama mondok langsung Hafidzah tidak heran kalau berubah menjadi wanita alim. Namanya Istiqomah dan Tiara sering memanggilannya dengan panggilan Isti, seperti namanya yang artinya tetap pada pendirian, dalam menuntut ilmu isti selalu sepanteng tiada hari tanpa membaca dan belajar, dan sikap rajinya itu loh… yang membuat Tiara tak henti-hentinya mengucapkan tasbih, tiap melihat Isti membaca buku di saat teman sekelas lagi gaduh-gaduhnya membicarakan ini-itu tak membuat ia gusar dan disela-sela waktu yang longgar Isti mengambil tempat duduk paling belakang yang dianggapnya tempat paling tenang untuk menghafal alquran. Seperti itulah teman Tiara yang satu itu rajin banget. Ada teman yang membuat Tiara merasa senang nich.. dia adalah Sofi.
Sofi adalah teman terdekat Tiara sejak ia baru masuk di perguruan tinggi ternama dikota Kudus menurutnya Sofi adalah wanita yang paling lembut, paling sopan yang pernah ia temui, dari dia bersikap sampai gaya bicaranya membuat Tiara terkagum-kagum ditambah kedewasaan dalam berpikir dan tentunya kebaikannya. Pernah suatu ketika mereka jalan berdua kearah persawahan tak sengaja dijalan ada burung mati tertabrak motor yang sedang berlalu lalang, tiba-tiba Sofi ambil daun dan menyingkirkan burung itu ketepi jalan, dengan wajah melasnya dia menatap lumat-lumat burung yang sudah mati itu. mungkin kalau tidak ada Tiara, Sofi bakalan ngukuburin burung itu. Tiara hanya bisa mendengus dan menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata dalam hati “ baik benar hatimu mbak”. Tidak jarang kalau Tiara sering mencurahkan hati ke Sofi, entah itu soal keuangan, keluarga, pelajaran ataupun hal-hal yang berkaitan dengan hidupnya. Walaupun mereka tidak satu kos, tapi mereka tetap berhubungan baik dan saling berkomunikasi, bahkan saat pulang kampungpun mereka masih mengirim sms. Itulah teman-teman tiara yang dianggapnya paling berjasa dalam hidupnya dan tentunya masih banyak lagi.
Tiara memang kurang pergaulan dan agak pemalu dan kurang percaya diri, dia lebih senang menyendiri ketimbang berkumpul dengan teman-temannya, entah kenapa dia merasa tidak nyaman kumpul sama teman-temannya itu, menurutnya laki-laki dan perempuan berteman terlalu akrab kurang etis. Tiara dulunya alumni dari sekolah madrasah aliyah swasta yang ada di daerah pati, makanya dia agak kurang suka kalau melihat beda kelamin terlalu akrab dalam berteman.
Rasanya waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah semester tiga, itulah yang ada dipikiran Tiara saat hawa dingin merasuk disekujur tubuhnya, bersamaan dengan angin malam selir-selir masuk kedalam kamarnya, melalui jendela kamar yang tak tertutup rapat. padahal rasa-rasanya baru kemaren Tiara mengikuti ospek tau-tau udah semester tiga, tapi ada yang mengganjal di hatinya,
“kenapa aku tidak mengalami perubahan yang signifikan pada diriku..?? aku merasa diriku masih seperti yang dulu, gadis manja dan malas belajar, pengetahuanpun tak terlalu banyak”
Hal itu semakin di pikirkan semakin membuat hati Tiara sesak. Di rebahkanlah tubuh lemasnya di tempat tidur berharap hari esok akan menjadi hari yang lebih baik dari hari sekarang, serta keajaiban akan datang merubah kehidupannya menjadi penuh semangat dan berguna bagi orang lain.
Sabtu, 16 November 2013
Coretan "Hari Minggu"
Hari Minggu, tak ada bedanya dengan hari-hari yang lain menurutku yang membedakanya Cuma hari ini agak santai, tidak dikejar oleh waktu. Beda dengan hari senin-sabtu yang harus kejar-kejaran dengan sang waktu. Bangun mesti pagi-pagi,kalau kesiangan sedikit wach… bisa berabeh nich.. ngalamat telat dan gak diabsen oleh Dosen. Kalau dibandingin dengan hari minggu sebaliknyalah bangun sesukanya, habis Subuh tidur lagi sampai siangpun tak masalah, yang jadi masalah satu, kos bakalan sepi karena penghuninya melakukan hal yang sama dengan diriku. Kalau ada tamu datang dijamin bakalan langsung balik, kalau Cuma ketok pintu gak langsung masuk kedalam kamar. mereka bangun itu… kalau film India udah mulai. Beginilah hidup jauh dari orang tua, suka seenaknya. Padahal kalau dirumah subuh kesiangan, kuping rasanya mau pecah dengerin nyokab ngomong terus.
Dingin lagi-lagi merasuk kedalam tubuh, angin tak henti-hentinya berhembusan kesana kemari, tak memperdulikan telah menampar-nampar tubuhku yang menggigil semenjak tadi malam. Yah… dimana-mana terasa dingin, walaupun sudah mengenakan jaket tetap… rasa dingin tak mau menghilang walaupun agak tertolong dengan adanya jaket. Hari minggu yang sangat biasa bagiku karena memang tak ada istimewanya.
Cerpen " Tentang Tiara"
Hembusan angin malam menusuk sukma-sukma persandian Tiara, hawa dingin sudah dirasakannya semenjak dua hari yang lalu. maklum, bulan ini bulan November musim penghujan mulai mengguyur diberbagai kota termasuk kota Kudus yang ditempati tiara sekarang. Dia bisa dibilang baru menempati kota kretek itu, kurang lebih satu setengah tahun, ini dapat dilihat dari pengetahuannya yang masih minim mengenai tempat-tempat maupun daerah-daerah yang sekarang ia tempati. Pernah suatu ketika saat Tiara dan Sofi sedang jogging sore di daerah tidak jauh dari tempat kosnya, mereka ditanyai oleh sopir truk “ mbak arah ke Mbareng kemana ya?” Tiara dan Sofi saling pandang mereka bingung mau nunjuk arah mana “ belok kiri pak” jawab Sofi dengan suara khasnya,setelah mendapat jawaban sopir trukpun melanjutkan perjalananya. Tiba-tiba Sofi menepuk pundak Tiara spontan Tiara kaget “ kenapa mbak..???” Tanya Tiara penasaran “ owalaah…… ra arah ke Mbareng Belok kanan, bukan arah ke kiri, aduhhh… aku jadi merasa bersalah nich!!!!” jawab Sofi dengan cemasnya hendak berlari mengejar truk yang dikendarai bapak-bapak yang bertanya tadi, tapi dengan segera langkahnya dihentikan oleh Tiara “ jangan gila mbak truk itu udah jauh, kalupun kamu mengejarnya kamu gak bakalan sampai” Sofipun menuruti kata Tiara, mereka sama-sama memperhatikan truk yang sedang melaju semakin jauh dari tempat mereka beridiri, tapi untunglah truknya belok kearah kanan itu melegakan hati mereka. entah bapak-bapak yang bertanya tadi sengaja menggoda atau dia berinisiatif kalau jalannya kearah kanan, entahlah yang pasti hati mereka sudah tenang. Dari peristiwa ini membuat Tiara berpikir betapa parnonya dirinya, ingin sekali dia keliling kota Kudus dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti museum kretek, gunung muria, kajar dan tempat-tempat lainya. tapi sayang tak ada kendaraan yang menunjang keinginanya itu, adanya kendaraan umum yang hanya bisa melintasi jalan-jalan besar kalau jalan-jalan kecil jarang ada bis ataupun angkot yang melintas, padahal jalan menuju tempat-tempat bersejarah itu melewati jalan kecil atau masuk gang, satu lagi kalau naik kendaraan umum menelan biaya yang agak mahal, murahan pakai kendaraan sendiri. Itulah alasan Tiara kenapa sampai saat ini dia masih belum mengetahui tempat-tempat dikudus. Kalau hari libur datang seperti saat ini dia sering menghabiskan waktunya di kos entah itu menonton tv, baca buku maupun menulis.
Kalau dia merasa suntuk,bosan dan pikiran lagi kacau Tiara mengajak teman sekelasnya ziarah kemenara(makam Abu Jakfar Shodiq salah satu wali 9) saat hari libur atau sudah tak ada jam mata kuliah lagi. Temannya itu memang sangat alim semenjak mondok semester tiga yang lalu, tidak main-main pertama mondok langsung Hafidzah tidak heran kalau berubah menjadi wanita alim. Namanya Istiqomah dan Tiara sering memanggilannya dengan panggilan Isti, seperti namanya yang artinya tetap pada pendirian, dalam menuntut ilmu isti selalu sepanteng tiada hari tanpa membaca dan belajar, dan sikap rajinya itu loh… yang membuat Tiara tak henti-hentinya mengucapkan tasbih, tiap melihat Isti membaca buku di saat teman sekelas lagi gaduh-gaduhnya membicarakan ini-itu tak membuat ia gusar dan disela-sela waktu yang longgar Isti mengambil tempat duduk paling belakang yang dianggapnya tempat paling tenang untuk menghafal alquran. Seperti itulah teman Tiara yang satu itu rajin banget. Ada teman yang membuat Tiara merasa senang nich.. dia adalah Sofi.
Sofi adalah teman terdekat Tiara sejak ia baru masuk di perguruan tinggi ternama dikota Kudus menurutnya Sofi adalah wanita yang paling lembut, paling sopan yang pernah ia temui, dari dia bersikap sampai gaya bicaranya membuat Tiara terkagum-kagum ditambah kedewasaan dalam berpikir dan tentunya kebaikannya. Pernah suatu ketika mereka jalan berdua kearah persawahan tak sengaja dijalan ada burung mati tertabrak motor yang sedang berlalu lalang, tiba-tiba Sofi ambil daun dan menyingkirkan burung itu ketepi jalan, dengan wajah melasnya dia menatap lumat-lumat burung yang sudah mati itu. mungkin kalau tidak ada Tiara, Sofi bakalan ngukuburin burung itu. Tiara hanya bisa mendengus dan menggeleng-gelengkan kepala seraya berkata dalam hati “ baik benar hatimu mbak”. Tidak jarang kalau Tiara sering mencurahkan hati ke Sofi, entah itu soal keuangan, keluarga, pelajaran ataupun hal-hal yang berkaitan dengan hidupnya. Walaupun mereka tidak satu kos, tapi mereka tetap berhubungan baik dan saling berkomunikasi, bahkan saat pulang kampungpun mereka masih mengirim sms. Itulah teman-teman tiara yang dianggapnya paling berjasa dalam hidupnya dan tentunya masih banyak lagi.
Tiara memang kurang pergaulan dan agak pemalu dan kurang percaya diri, dia lebih senang menyendiri ketimbang berkumpul dengan teman-temannya, entah kenapa dia merasa tidak nyaman kumpul sama teman-temannya itu, menurutnya laki-laki dan perempuan berteman terlalu akrab kurang etis. Tiara dulunya alumni dari sekolah madrasah aliyah swasta yang ada di daerah pati, makanya dia agak kurang suka kalau melihat beda kelamin terlalu akrab dalam berteman.
Rasanya waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah semester tiga, itulah yang ada dipikiran Tiara saat hawa dingin merasuk disekujur tubuhnya, bersamaan dengan angin malam selir-selir masuk kedalam kamarnya, melalui jendela kamar yang tak tertutup rapat. padahal rasa-rasanya baru kemaren Tiara mengikuti ospek tau-tau udah semester tiga, tapi ada yang mengganjal di hatinya, “kenapa aku tidak mengalami perubahan yang signifikan pada diriku..?? aku merasa diriku masih seperti yang dulu, gadis manja dan malas belajar, pengetahuanpun tak terlalu banyak” hal itu semakin di pikirkan semakin membuat hati Tiara sesak. Di rebahkanlah tubuh lemasnya di tempat tidur berharap hari esok akan menjadi hari yang lebih baik dari hari sekarang, serta keajaiban akan datang merubah kehidupannya menjadi penuh semangat dan berguna bagi orang lain.
Makalah Telaah Rekonstruksi Teori Penelitian Agama
MAKALAH
TELAAH KONSTRUKSI TEORI PENELITIAN AGAMA
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliyah: Metode Study Islam
Dosen Pengampu: Irzum Farihah
Disususn Oleh :
1. Maslihatul Nurul Khusniyah (412080)
2. Tutik Rahmawati (412079)
3. Ilham Esti Nugroho (412075)
________________________________________
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN DAKWAH / BKI
TAHUN 2012 / 2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
konstruksi adalah cara membuat (menyusun) bangunan – bangunan (jembatan dan sebagainya); dan dapat pula berarti susunan dan hubungan kata di kalimat atau di kelompok kata. Sedangkan teori berarti pendapat yang dikemukakan sebagai suatu keterangan mengenai suatu peristiwa (kejadian); dan berarti pula asas-asas dan hukum-hukum umum yang dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. Selain itu, teori dapat pula berarti pendapat, cara-cara, dan aturan-aturan untuk melakukan sesuatu. Penelitian adalah upaya sistematis dan objektif untuk mempelajari suatu masalah dan menemukan prinsip-prinsip umum. Agama adalah yang paling sulit dari semua perkataan untuk didefinisikan karena agama adalah menyangkut lebih daripada hanya pikiran, yaitu perasaan dan kemauan.
Secara garis besar, pembahasan penelitian agama dan model-modelnya dibagi dua; pertama, penelitian agama; kedua, model-model penelitian agama. Penelitian agama diisi dengan penjelasan mengenai kedudukan penelitian agama dalam kompleks penelitian pada umumnya; elaborasi mengenai penelitian agama (reseach on religios) dan penelitian keagamaan (religius research); dan konstruksi teori penelitian keagamaan. Adapun bagian akhir tentang model-model penelitian keagamaan yang terdiri dari model penelitian Tafsir, model penelitian hadits, model penelitian fiqh/hukum Islam, model penelitian filsafat Islam, model penelitian. Dari ketiga model itu lah, yang membantu dalam memecahkan masalah-masalah didalam penelitian.
B. Rumusan Masalah
1. Bidang Penelitian apa saja yang terdapat dalam Penelitian Agama?
2. Bagaimanakah Model-model Penelitian Keagamaan?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Konstruksi Teori Penelitian Agama
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta Mengartikan konstruksi adalah cara membuat (menyusun) bangunan – bangunan (jembatan dan sebagainya); dan dapat pula berarti susunan dan hubungan kata di kalimat atau di kelompok kata. Sedangkan teori berarti pendapat yang dikemukakan sebagai suatu keterangan mengenai suatu peristiwa (kejadian); dan berarti pula asas-asas dan hukum-hukum umum yang dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. Selain itu, teori dapat pula berarti pendapat, cara-cara, dan aturan-aturan untuk melakukan sesuatu.
Selanjutnya, dalam ilmu penelitian teori-teori itu pada hakikatnya merupakan pernyataan mengenai sebab akibat atau mengenai adanya suatu hubungan positif antara gejala yang diteliti dari satu atau beberapa faktor tertentu dalam masyarakat. yang dimaksud dengan Konstruksi teori adalah susunan atau bangunan dari suatu pendapat, asas-asas atau hukum – hukum mengenai sesuatu yang antara suatu dan lainnya saling berkaitan, sehuingga membentuk suatu bangunan. (http://buanyakilmu.blogspot.com/2009/05/telaah-konstruksi-teori-penelitian.html).
Penelitian keagamaan merupakan penelitian yang objek kajiannya adalah agama sebagai produk interaksi social. Metode yang digunakan adalah metode-metode penelitian pada umumnya.
Kita tidak perlu menyusun teori penenlitian tersendiri, tetapi cukup meminjam teori ilmu-ilmu social yang sudah ada. Salah satu contoh teoriyang digunakan dalam penelitian keagamaan yang akan diungkapkan disini adalah penelitian Hj. Ummu Salamah adalah “Tradisi Tarekat dan Dampak Konsistensi Aktualisasinya terhadap Perilaku Sosial Penganut Tarekat (Studi Kasus Tarekat Tijaniah di Kabupaten Garut,Jawa Barat: dalam Perspektif perubahan social)”. Teori-teori yang digunakan dalam penelitiannya adalah sebagai berikut:
1. Teori perubahan social
2. Teori structural-fungsional
3. Teori antropologi dan sosiologi agama
4. Teori budaya dan tafsir budaya sibolik
5. Teori pertukaran social
6. Teori sikap
Penelitian di atas meminjam teori-teori yang dibangun dalam ilmu-ilmu social. Ia disebut penelitian keagamaan (religious research)dalam pandangan Midletton atau penelitian hidup agama dalam pandangan Juhaya S. Praja, karena objeknya adalah perilaku Tarekat Tijaniah.
B. Penelitian keagamaan
Penelitian keagamaan (Religion research) lebih mengutamakan pada agama sebagai system atau system keagamaan. Penelitian keagamaan yang objeknya adalah agama sebagai produksi interaksi social yakni tindakan dan sikap manusia. Miaslnya : “Interaksi ulama dan umara dalam kehidupan politik.”
Dengan demikian penelitian keagamaan adalah penelitian tentang praktek-praktek agama yang dilakukan oleh manusia secara individual dan kolektif. Dalam penelitian keagamaan terdapat 3 bidang penelitian :
1. Perilaku individu dan hubungannya dengan masyarakatnya yang didasarkan atas agama yang dianutnya.
2. Perilaku masyarakat atau suatu komunitas, baik perilaku politik, budaya maupun yang lainnya yang mendefinisikan dirinya sebagai penganut suatu agama.
3. Ajaran agama yang membentuk pranata sosial, corak perilaku, dan budaya masyarakat beragama.
C. Model-model Penelitian Keagamaan
Djamari, Dosen pascasarjana IKIP Bandung, menjelaskan bahwa kajian sosiologi agama menggunakan metode ilmiah. Pengumpulan data dan metode yang digunakan, antara lain dengan data sejarah, analisis komparatif lintas budaya, eksperimen yang terkontrol, observasi, survai sampel, dan analisis isi.
1. Analisi Sejarah
Supaya kita mengerti persoalan manusia sekarang, kita harus mempelajari sejarah manusia di masa silam. Dalm hal ini, sejarah hanya sebagai metode analisis atas dasar pemikiran bahwa sejarah dapat menyajikan gambaran tentang unsure-unsur yang mendukung timbulnya suatu lembaga. Pendekatan sejarah bertujuan untuk menemukan inti karakter agama dengan meneliti sumber klasik sebelum dicampuri yang lain. Dalam menggunakan data historis, sejarawan cenderung menyajikan detail dari situasi sejarah dan eksplanasi tentang sebab akibat dari suatu kejadian. Sedangkan sosiolog lebih tertarik pada persoalan apakah situasi social tertentu diikuti oleh situasi social yang lain. Sociolog mencari pola hubungan antara kejadian social dan karakteristik agama.
2. Analisis Lintas Budaya
Dengan membandingkan pola-pola social keagamaan dibeberapa daerah kebudayaan, sosiolog dapat memperoleh gambaran tentang korelasi unsure budaya tertentu atau kondisi social-kultural secara umum.
3. Eksperimen
Penelitian yang menggunakan eksperimen agak sulit dilakukan dalam penelitian agama. Namun, dalam beberapa hal, eksperimen dapat dilakukan dalam penelitian agama, misalnya untuk mengevaluasi perbedaan hasil belajar dari beberapa model pendidikan agama.
4. Obserfasi Partisipasif
Dengan partisipasi dalam kelompok, peneliti dapat mengobservasi perilaku orang-orang dalam konteks religius. Orang yang diobservasi boleh mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi atau secara diam-diam. Di antara kelebihan ini adalah memungkinkannya pengamatan simbolik antaranggota kelompok secara mendalam. Adapun salah satu kelemahannya adalah terbatasnya data pada kemampuan observasi.
5. Riset Survei dan Analisis Statistik
Penelitian survei dilakukan dengan penyusunan kuesioner, interview dengan sampel dari suatu populasi. Sampel dapat berupa organisasi keagamaan atau penduduk suatu kota atau desa. Prosedur penelitian ini dinilai sangat berguna untuk memperlihatkan korelasi dari karakteristik keagamaan tetentu dengan sikap social atau atribut keagamaan tertentu.
6. Analisis Isi
Dengan metode ini, peneliti mencoba mencari keterangan dari tema-tema agama, baik berupa tulisan, buku-buku khotbah, doktrin maupun deklarasi teks, dan yang lainya. Umpamanya sikap kelompok keagamaan dianalisis dari substansi ajaran kelompok tertentu. (Atang ABK Dkk, 2011: 59-66)
Suatu peneliti dapat dilakukan jika si peneliti bersikap kritis atau bersikap dan berpikir ilmiah. Dalam hubungan konseptualisasi (member makna dua variable atau lebih) adalah kegiatan utama dari ilmu atau teori. Disini, kemudian dinyatakan bahwa konseptualisasi adalah unsure utama kegiatan penelitian (Mulkhan, 2002: 326). Penelitian yang dilakukan hharus berdasarkan kebenaran.
Kebenaran dapat ditemukan melalui proses nonilmiah dan ilmiah. Proses nonilmiah meliputi:
1. Akal Sehat
Akal sehat merupakan konsep yang memuaskan untuk digunakan secara praktis. Akal sehat dapat menghasilkan kebenaran dan dapat pula menyesatkan.
2. Intuitif
Kebenaran dengan intuitif diperoleh secara cepat melalui proses yang tidak disadari atau tanpa berpikir terlebih dahulu.
3. Trial and Error
Kebenaran melalui trial and error dilakukan secara coba-coba tanpa kesadaran akan pemecahan masalah tersebut.
4. Otoritas
Kebenaran diterima melalui otoritas atau kewibawaan seorang ilmuan atau pejabat tertentu. Pendapat mereka umumnya sering diterima orang tanpa diuji, karena dipandang sudah benar.
5. Prasangka
Kebenaran melalui akal sehat dipengaruhi oleh kepentingan orang yang melakukanya sehingga akal sehat berubah menjadi prasangka.
6. Wahyu
Kebenaran yang didasarkan pada wahyu bukanlah disebabkan oleh penalaran manusia secara aktif, tetapi diturunkan Allah swt.
Adapun etika yang harus ditaati oleh peneliti antara lain : (1) bidang yang diteliti sesui dengan keahlian penelitian; (2) peneliti harus merahasiakan semua informasi yang diperoleh dari responden sehingga nama-nama responden harus dituliskan dalam bentuk kode-kode atau inisial; (3) peneliti tidak menuntut responden untuk bertanggung jawab atas informasi yang telah disampaikannya; (4) peneliti tidak memaksakan kehendaknya agar responden memberikan informasi kepadanya; (5) peneliti tidak mengubah informasi responden. (Husaini Usman, 2009:1-3)
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Penelitian agama (research on religion) lebih ditekankan pada aspek pemikiran (thought) dan interaksi sosial. Pada aspek pemikiran, menggunakan metode filsafat dan ilmu-ilmu chomaniora. Sedangkan pada aspek interaksi sosial, yakni penelitian keagamaan sebagai produk interaksi sosial, menggunakan pendekatan sosiologi, antropologi, historia atau sejarah sosial yang biasa berlaku dan sebagainya.
Adapun model penelitian yang ditampilkan di sini disesuaikan dengan perbedaan antara penelitian agama dan penelitian hidup keagamaan. Pengumpulan data dan metode yang digunakan antara lain:
1. Analisis sejarah
2. Analisis lintas budaya
3. Eksperimen
4. Observasi partisipatif
5. Riset survey dan analisis statistic
6. Analisis isi.
DAFTAR PUSTAKA
Atang Abd, Dkk. Metodologi study islam, 2011. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
http://buanyakilmu.blogspot.com/2009/05/telaah-konstruksi-teori-penelitian.html. senin 11-10-2013.
Abdul Munir Mulkham. Nalar Spiritual Pendidika, 2002. Yogyakarta : PT Tiara Wacana Yogya.
Usman, Husaini. Metodoogi Penelitian Sosial, 2009. Jakarta : Bumi Aksara.
Langganan:
Komentar (Atom)